Tuberkulosis TBC

Tuberkulosis TBC sudah dikenal sejak dahulu kala. Penyakit Tuberkulosis TBC ini disebabkan oleh kuman/bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini pada umumnya menyerang paru paru sebagian lagi dapat menyerang di luar paru paru, seperti kelenjar getah bening (kelenjar), kulit, usus/saluran pencernaan, selaput otak, dsb.

Penyakit Tuberkulosis TBC

Tuberkulosis TBC merupakan masalah yang besar bagi negara berkembang termasuk Indonesia, karena diperkirakan 95 % penderita TBC berada di negara berkembang dan 75 % dari penderita TBC tersebut adalah kelompok usia produktif (15-50 tahun).

Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) thun 1995, penyakit TBC merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah penyakit jantung dan pembuluh darah serta penyakit saluran pernapasan. Di tahun 1999, WHO memperkirakan setiap tahun terjadi 583.000 orang penderita TBC dengan jumlah kematian sebanyak 140.000 orang.

Secara kasar, diperkirakan dari setiap 100.000 penduduk Indonesia terdapat 30 penderita TBC paru yang sangat menular. Penyakit TBC menjadi masalah sosial karena sebagian besar penderitanya adalah kelompok usia kerja produktif, kelompok ekonomi lemah dan tingkat pendidikan rendah.

Tuberkulosis TBC

Tuberkulosis TBC

Penularan Penyakit Flek Paru-Paru

Mengapa penyakit tuberkulosis tbc disebut sebagai penyakit flek paru-paru? Hal ini disebabkan karena adanya bercak flek pada hasil gambaran dari foto rontgent dada si penderita.

Penualran flek paru-paru atau penyakit tuberkulosis tbc adalah bisa lewat 2 cara dan juga lewat 2 media, misalnya adalah :

  1. Lewat udara yakni dengan adanya suatu kontaminasi dalam bentuk batuk atau dalam bentuk bersin si penderita yang positif mengalami penyakit tbc ini dan juga pada udara yang sudah tercemar akibat dari batuk yang mengandung bakteri kuman penyebab dari tbc. Dalam dunia medis, hal ini disebutkan dengan istilah droplet infection.
  2. Mereka yang mengalami kontaminasi dengan udara atau juga lewat ludah si penderita biasanya akan menular jika seseorang yang sedang sehat menghirup udara yang mengandung kandungan kuman tadi. Apalagi jika memang belum mendapatkan imunisasi BCG untuk membantu mencegah terjadinya penularan penyakit tbc ini.

Bakteri penyebab dari flek paru-paru ini akan tertidur dan tidak akan menyerang orang-orang dengan sistem daya tahan tubuh yang tinggi. Bakteri penyakit tbc biasanya dengan mudah menular dan juga menyerang mereka yang mengalami masalah dengan kekurangan gizi dan juga sistem daya tahan tubuh yang kurang baik. Selain itu, penyakit tbc juga bisa menginfeksi mereka yang tinggal di dalam lingkungan yang kurang baik, dan mengandung kuman TBC yang banyak. Masalah gizi buruk dan juga lingkungan yang tidak bersih akan mengakibatkan kuman atau penyebab dari tbc tidur pulas dalam waktu dan sewaktu-waktu akan menjadi aktif jika penderita sedang berada dalam tingkatan sistem daya tahan tubuh yang rendah.

Pemeriksaan Flek Paru-Paru atau TBC

Pemeriksaan yang dilakukan pada penyakit flek paru-paru adalah :

  1. Pemeriksaan Rontgent Thorax
  2. Pemeriksaan dahak dan juga pemeriksaan darah pada si penderita dengan menggunakan tes lab.
  3. Pemeriksaan dengan menggunakan tes tuberkulin

Pengobatan yang dilakukan pada infeksi penyakit tbc adalah dengan melakukan teknik pengobatan dalam waktu yang lama dan biasanya membutuhkan waktu antara 3-12 bulan untuk menyembuhkannya. Dan selama itulah si pendeirta harus minum paling tidak 3 macam obat. Selama proses pengobatan sedang berlangsung, maka penderita harus disiplin dalam minum obat dan dengan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter untuk bisa memastikan dari perkembangan pengobatan penyakit tbc sampai pasien benar-benar dianggap sudah sembuh total.

Setelah penderita penyakit tbc minum obat selama 2-3 bulan, maka biasanya gejala penyakit tbc akan hilang. Dan hal inilah yang menjadi alasan si penderita malas untuk minum obat lagi dan juga melakukan kontrol atau pemeriksaan ke dokter dengan teratur lagi. Untuk itu, mengapa sangat penting pemahaman mengenai pengobatan tbc yang benar dan tepat untuk meminimalisir terjadinya resisten obat pada kuman.

Beberapa hal yang harus diingat dari penderita penyakit tbc adalah :

  1. Minumlah obat dengan benar dan diminum secara teratur sesuai dengan resep dokter paling tidak dilakukan selama 6 bulan berturut-turut dan jangan terputus. Jenis, jumlah serta dosis dari obat yang cukup dan diminum dengan teratur dalam melakukan prosoes pengobatan haruslah dilakukan dengan tepat dan benar. Jika minum obat tidak teratur dan putus, maka hal ini akan menyebabkan kuman tidak terbunuh mati dan akan tumbuh masalah resistensi obat pada kuman yang lama kelamaan akan menajdi kebal sehingga penyakit tbc akan semakin sulit untuk disembuhkan.
  2. Mengonsumsi jenis makanan yang baik dan mengandung gizi yang seimbang serta dibarengi juga dengan pola makan yang sehat.
  3. Berhentilah merokok, menghindari minuman yang mengandung alkohol dan jangan menggunakan obat-obatan terlarang.
  4. Biasanya seluruh anggota keluarga harus berperan aktif untuk mengawasi si penderita dalam minum obat tbc yang diresepkan dokter. Minum obat tbc harus teratur dan juga benar.
  5. Dianjurkan untuk minum obat tbc dalam keadaan perut masih kosong.
  6. Mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan juga berkualitas.

Pencegahan penyakit tbc ini harus dilakukan untuk mencegah adanya orang lain yang menderita penyakit ini lagi akibat melakukan kontak langsung dengan kita. Itu sebabnya kita diharuskan memakai masker paling tidak selama 2-3 minggu pengobatan awal.

Tuberkulosis TBC


=====================================

>>> Buah Merah Untuk Penyakit Paru-paru, Membantu Mengobati Penyakit Paru-paru, Flek Paru-paru, Paru-paru Basah, Radang Paru-paru dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Flek Paru Paru and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *