Penyakit Tubercullosis

Penyakit Tubercullosis yang biasa disingkat dan populer dengan sebutan TBC. Ia merupakan suatu penyakit menular yang biasanya muncul sebagai paru-paru, karena paru-paru merupakan lahan yang paling empuk bagi penyakit TBC.

Penyakit TBC

Namun demikian kini sebagai lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya penyakit TBC bukan lagi hanya paru-paru saja tapi bisa juga kulit, tulang dan organ-organ penting didalam pencernaan.

Penyakit Tubercullosis

Penyakit Tubercullosis

Pada mereka yang terbilang kekebalan tubuhnya melemah seperti anak-anak, orang tua lanjut usia (lansia) atau penderita penyakit HIV AIDS dapat pula dijadikan tempat berkembangnya TBC ini , sehingga pada mereka itu terjadi radang paru-paru yang paling hebat. Sekali penyakit ini menghinggapi seseorang sukar sekai untuk melepaskan diri dari penyakit itu, sehingga disebutkan pada masa lalu, orang yang basil TBC dan menderita penyakit itu disebut sebagai “orang yang sayang dibandul”

Menurut penelitian ahli medis, sebab-sebab Penyakit Tubercullosis ini, terutama karena penderita diserang atau dihinggapi oleh basil-basil atau kuman-kuman Penyakit Tubercullosis. Ia merupakan suatu basil gram positif yang tahan asam dengan pertumbuhan sangat lamban.

Setelah terjadi infeksi melalui saluran napas didalam gelembung paru-paru, berlangsung reaksi setempat dengan timbulnya benjolan-benjolan kecil (yang disebut dengan tuberkel). Dalam jaringan tubuh, sering sekali sistem tangkal tubuh yang sehat dapat memberantas basil TBC itu dengan cara menyelubunginya dengan jaringan pengikat.
Pada orang-orang yang daya tahan tubuhnya lemah, basil TBC dengan bebas memperbanyak diri didalam mikrofak dan benjolan-benjolan tadi tergabung menjadi lahan subur yang akhirnya menimbulkan rongga diparu-paru penderita.

Penyakit Tubercullosis berbeda sama sekali dengan penyakit pneumonia (radang paru-paru). Kuman yang menyebabkan TBC khusus, sedangkan kuman yang menyebabkan (peneumonia) dapat berbagai macam. Organ yang diserang pada TBC dapat bervariasi, namun 90 persen memang menyerang paru-paru. Sedangkan pada pneumonia yang diserang selalu organ paru-paru. Tetapi TBC dan penumonia prosesnya memang sama yaitu berupa infeksi paru-paru.

Bila kemudian terjalin hubungan antara paru-paru dan cabang bronchi , maka terjadilah TBC yang sifatnya terbuka, maksudnya dengan adanya basil didahak penderita. Penyakit Tubercullosis terbuka ini amat berbahaya sekali. Disamping itu orga lain bisa juga terkena oleh basil TBC itu, seperti kulit, jantungatau simpul limfe.

Cara Penularan Penyakit TBC

Cara penularannya bisa terjadi disaat penderita TBC bersin atau batuk, saat itu penderita menyebarkan kuman-kuman Penyakit Tubercullosis  ke udara dan membentuk percikan-percikan basil. Percikan yang mengandung basil tersebut dapat bertahan di udara sampai suhu kamar selama beberaa jam.

Kemudian penularannya dapat pula terjadi bila percikan tadi terhirup oleh saluran pernapasan orang lain. Selama ia masuk kedalam tubu melalui organ pernapasan. Kuman TBC tadi menyebar dari paru ke organ tubuh lainnya, melalui sistem peredaran darah, sistem saluran limfe, saluran nafas, dan lain-lain. Daya penularan dari seorang penderita ditenukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari paru.
Makin tinggi derajat positif hasil pemeriksaan dahak makin besar pula jumlah jumlah basil tersebut. Bila hasil pemeriksaan dahak negatif (tidak terlihat kuman), maka penderita di anggao tidak menularkan basilnya.

Bila kemungkinan seseorang terinfeksi penyakit flek paru-paru ditentukan oleh konsentrasi percikan dalam udara dan lama ia menghirup udara tadi. Dengan demikian yang menjadi media penularan penyakit flek paru-paru selalu percikan dahak penderita saat ia bersin atau batuk dan meludah. Bisa juga melalui debu, alat makan, minum yang mengandung kuman TBC.

Gejala Penyakit TBC

Gejala penyakit flek paru-paru atau penyakit tbc orang yang terkena serangan kuman TBC umumnya batuk kronis, demam dan keringat di waktu malam. Disamping itu juga terjadi keluhan dalam pernapasan, badan selalu terasa letih, lesu serta rasa nyeri dibagian dada. Dahak penderita berupa lendir yang kadang-kadng bercampur dengan darah. Batuk penderita bisa sampai 3 minggu atau lebih. Pada tahap lanjut, dapat juga dijumpai dahak bercampur darah, batuk darah, sesak napas. Berat badan menurun, rasa demam meriang.

Meskipun demikian belum tentu setiap orang yang batuknya berdarah menderita TBC. Bisa saja batuk berdarah itu disebabkan oleh berbagai macam hal seperti karena penyakit paru-paru, adanya pendarahan di daerah hdung bagian belakang yang tertekan pada saat batuk keluar dari mulut. Bisa pula karena batuk tadi terlalu keras sehingga menyebabkan lukanya saluran napas dan mengeluarkan darah . Kuman TBC yang masuk kedalam tubuh akan berkembang biak, lama terkumpulnya kuman sampai menimbnulkan penyakit dapat berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun.

Dengan demikian penyakit TBC atau penyakit flek paru-paru bukanlah diwariskan dan bukanlah penyakit turunan (genetik). Namun karena penularannya melalui percikan dahak diudara, yang mengandung kuman TBC, maka orang yang hidup dekat penderita disinyalir terjangkit juga jenis penyakit TBC ini. Penderita TBC biasanya memiliki status gizi yang kurang baik, sehingga hal ini dapat mempengaruhi perkembangan janin dalam kandungan bagi wanita hamil. Oleh karena itu ibu hmil perlu diberi terapi TBC yang diminum dengan dosis efektif paling rendah.

Bila kita mau lebih menelitinya, sebenarnya terkena kuman penyakit flek paru-paru bisa dihindari oleh seseorang. Awalnya tentu saja dengan pola hidup yang teratur dan sehat. Karena seseorang tidak tahu kapan kena serangan kuman TBC, dan kapan tidak. Dengan sistem dan pola hidup sehat dan teratur diharapkan daya tahan tubuh cukup kuat untuk membrikan perlindungan terhadap berbagai macam penyakit. Orang yang sehat meskipun ia diserang oleh kuman TBC, diperkirakan tidak akan mempan dan tidak akan menimbulkan gejala TBC.

Cara Mencegah Penyakit TBC

Pola hidup sehat dan teratur tentu saja disiapkan sejak dini, biasanya selalu mengkonsumsi makanan bergizi daberserat serta selalu memelihara kebersihan badan dan makanan serta lingkungan . Tempat tinggalnya selalu terkena sinar matahari . Selain itu ia pun dapat terhindar dari kuman TBC, bila ia selalu berhati-hati tidak mendekati orang yang menderita penyakit itu.

Penyakit Tubercullosis


=====================================

>>> Buah Merah Untuk Penyakit Paru-paru, Membantu Mengobati Penyakit Paru-paru, Flek Paru-paru, Paru-paru Basah, Radang Paru-paru dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Flek Paru Paru and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *