Penyakit TBC Paru

Penyakit TBC Paru  – Apabila anda batuk terus menerus selama dua minggu, dan tidak sembuh meski sudah diobati, waspadalah mungkin batuk anda disebabkan oleh kuman tuberkulosis. Tuberkulosis Pulmoner (Penyakit TBC Paru) adalah infeksi bakteri menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculossis.
Meskipun penyakit infeksi ini identik dengan lingkungan yang tidak sehat, penyakit ini juga bisa menyerang siapa saja, termasuk orang yang berperawakan kekar.

Penyakit TBC Paru

Penyakit TBC Paru

Penyakit TBC Paru

Bakteri penyebab Penyakit TBC Paru bentuknya panjang sperti Tubercele bacillus (bakteri berbentuk seperti kapsul). Sinar matahari langsung dapat membunuh baksil penyebab TBC dalam beberapa menit. Sebaliknya, baksil dapat bertahan hidup dengan cara berlindung pada air liur dan nanah lebih lama. Bahkan didalam kondisi gelap dan tempat sejuk ia bisa hidup beberapa bulan. Sebagai penyakit sistematik, TBC dapat menyerang semua bagian tubuh seperti paru-paru, susunan saraf pusat, ginjal, tulang, dan sendi . Namun penyakit ini paling sering menyerang paru-paru.

Sebagai penyakit infeksi menahun, Penyakit TBC dapat menular melalui berbagai cara. Penularan tuberkulosis bisa terjadi setelah orang menghirup percikan dahak atau ludah yang terdapat diudara, yang berasal dari batuk atau bersin seseorang yang terinfeksi mycobacterium tuberkulosis. Jika seseorang menghirup bakteri tersebut maka bakteri akan asuk ke dalam paru-paru dan mulai bertumbuh. Melalui aliran darah, bakteri bisa masuk ke bagian tubuh lainnya, misalnya ginjal, tulang belakang, dan otak.

Didalam paru-paru dan tenggorokan, tuberkulosis bisa bersifat infeksius, artinya bakteri bisa ditularkan kepada orang lain. Penderita TBC kemungkinan besar akan menularkan penyakitnya kepada orang-orang sekelilingnya, termasuk keluarga dan teman-teman dekatnya. Pada kebanyakan orang sehat yang menghirup bakteri tuberkulosis dan terinfeksi, tubuhnya mampu melawan bakteri dan menghentikan pertumbuhannya.  Bakteri menjadi tidak aktif, tetapi mereka tetap hidup didalam tubuh dan bisa menjadi aktif di kemudian hari ketika kondisi tubuh melemah.

Gejala Penyakit TBC Paru

Biasanya banyak orang mengenal bahwa penyakit tbc disebut dengan istilah penyakit flek paru-paru. Padahal dalam dunia medis, hal ini tidak ada sama sekali. Yang ada adalah penyakit tbc paru. Gejala awal dari penyakit flek paru-paru atau penyak tc paru adalah cepat merasa kelelahan dan juga batuk yang sedikit. Kemudian lama kelamaan batuk akan semakin bertambah dengan lendir yang keluar banyak dan kental warnanya kuning hijau dan biasanya bintik-bintik darah. Badan penderita biasanya akan menjadi kurus dan pucat, setiap malam biasanya akan menderita keringat dingin, nafsu makan yang menurun. Selain itu, pada penderita kadang juga mengeluarkan darah merah tua dan juga berbisa halus. Seringkali hal ini seolah-olah dimuntahkan atau juga keluar dari hidung seakan hidungnya berdarah.

Selama sedang mengeluarkan darah, biasanya penderita akan sesak nafas dan juga sangat gelisah, pernapasan dari suara atau terjadinya ngorok akibat dari batang tenggorok terdapat suatu cairan. Selesai mengeluarkan darah, kemudian penderita biasanya akan meludahkan darah beku paling tidak selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit flek faru-paru ini bisa diderita selama bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwa si penderita. Namun untuk anak kecil, masalah ini akan menjadi suatu hal yang sangat berbahaya.

Selain mengalami gejala tbc dalam bentuk batuk darah, kuman-kuman dari penyebab terjadinya penyakit flek paru-paru ini akan membuat cairan keluar dari dalam rongga dada dan diantaranya adalah dari selaput paru-paru serta dinding rongga dada. Cairan ini kemudian akan menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita akan mengalami kesusahan dalam bernapas. Keadaan yang seperti ini biasanya dinamakan dengan istilah pleuritis atau terjadinya radang dari selaput paru-paru dan juga cairannya ini bisa dikeluarkan sampai mencapai 2 liter banyaknya. Untuk penderita yang mengalami dan mengaandung kuman-kuman TBC yang laten, jika mengalami serangan penyakit flu yang berat, maka penyakit ini bsia sangat aktif dan akan menyebabkan terjadinya penyakit pleuritis.

Basil pada infeksi penyakit flek paru-paru ini terjadi bukan hanya menyerang organ parui-paru namun bisa juga merusak beberapa organ tubuh yang lainnya. Misalnya adalah merusakn kelenjar getah bening disamping leher, tbc ginjal, tc usus, dan juga tbc kulit dibagian leher serta dibagian tulang dada.

Cara Mencegah Penyakit TBC Paru

Hal yang harus diperhatikan pada penyakit flek paru-paru adalah harus menjaga kebersihan tempat tinggi dan lingkungan sekitarnya untuk mencegah terjadinya penularan pada anggota keluarga. Selain itu juga, cara mencegah penularan kepada orang lain juga bisa dilakukan dengan menampung ludah ke dalam kaleng yang sudah diisi dengan larutan karbol dan juga lisol. Pakaian dan juga alat-alat dari makanan yang harus dicuci tersendiri. Untuk penderita yang harus banyak beristirahat yang cukup. Sebaiknya pada penderita jangan bersandar pada susunan bantal. Si pendeirta haruslah mengonsumsi jenis makanan yang mengandung gizi serta bernutrisi tinggi misalnya adalah seperti telur, hati, susu murni, dan juga sayur-sayuran serta buah-buahan yang masih segar. Jika penderita mengalami sesak nafas  maka bisa diberikan makan paling tidak 3-5 kali dalam sehari, namun sebaiknya asupannya jangan terlalu banyak setiap kali makan.

Hal yang harus diketahui adalah pada penyakit flek paru-paru  lebih rentan menyerang anak-anak yang berusia dibawah 2  tahun, orang dewasa, dan mereka dengan sistem daya tahan tubuh yang rendah serta mereka yang hidup pada lingkungan dengan orang yang mengalami infeksi bakteri ini.

Penyakit TBC Paru


=====================================

>>> Buah Merah Untuk Penyakit Paru-paru, Membantu Mengobati Penyakit Paru-paru, Flek Paru-paru, Paru-paru Basah, Radang Paru-paru dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Flek Paru Paru and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *