Penyakit TBC dan Penyebab TBC

Penyakit TBC dan Penyebab TBC atau yang juga dikenal dengan sebutan Tuberkulosis adalah infeksi yang disebabkan oleh basil tahan asam (BTA) mycobacterium tuberculossis. TBC merupakan penyakit menular dan bisa menyerang siapa saja. Organ tubuh yang biasanya menjadi sasaran yang paling banyak ditemui ialah paru-paru sehingga kemudian disebut tuberkulosis paru. Namun demikian, TBC juga bisa menyerang berbagai organ tubuh lainnya .

Penyakit TBC dan Penyebab TBC

Penyakit TBC dan Penyebab TBC

Penyakit TBC

Penyakit TBC yang khusus menyerang paru ini disebut sebagai TBC pulmonal atau TBC paru dan yang menyerang organ-organ lainnya disebut TBC non-pulmonal. Tuberkulosis adalah suatu infeksi menular yang bisa berakibat fatal, disebabkan oleh mycobacterium tuberkulosis, mycobacterium bovis, atau mycrobacterium africanum.

Penyakit TBC dan Penyebab TBC merupakan penyakit menahun atau kronis (berlangsung lama). Penderita yang paling sering ialah orang-orang yang berusa antara 15-35 tahun, terutama mereka yang betubuh lemah, kurang gizi atau yang tinggal satu rumah dan berdesak-desakkan bersama penderita TBC. Pneyakit ini adalah suatu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Jika diterapi dengan benar, TBC dapat dsembuhkan. Tanpa terapi penyakit ini menyebabkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus.

Pemeriksaan TBC

Penyakit TBC dan Penyebab TBC  oleh bakteri mikrobakterium tuberkulosis. Bakteri ini membentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA).  Kuman ini sangat kecil dan untuk melihatnya diperlukan mikroskop. Kuman ini ditemukan dalam dahak atau sputum seseorang yang sedang sakit TBC. Kuman tahan terhadap larutan asam . Untuk pemeriksaan dahak pasien di laboratorium dinamakan Pemeriksaan Soutum BTA.

Saat mikrobakterium tuberkulosisi berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui serangkaian reaksi imunologis, bakteri ini akan berusaha dihambat melalui pembentukan dinding disekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme tersebut membuat jaringan disekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat) Bentuk-bentuk dormant inilah yang sebenarnya terlihat sebaga turbekel pada pemeriksaan foto rontgent.

Pada orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap sama sepanjang hidupnya, sedangkan pada ora ng-orang dengan sistem kekebalan tubuh kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan. Turbekel yang banyak membentuk sebuah ruang didalam paru-paru an nantinya menjadi sumber produksi sputum (dahak). Seseorang yang telag memproduksi sputum dpaat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan turbekel berlebih dan positif terinfeksi penyakit TBC

Komplikasi Penyakit TBC

Komplikasi yang terjadi dari penyakit flek paru-paru adalah :

  1. Kerusakan pada tulang dan mengalami nyeri sendi
    Nyeri tulang atau sakit punggung dan juga masalah yang terjadi pada kerusakan sendi karena terjadinya infeksi penyakit flek paru-paru yang mengalami penyebran sampai ke paru-paru dan juga sampai menuju ke tulang. Dalam beberapa kasus, tulang juga bisa mengalami infeksi dan akan memicu terjadinya nyeri pada bagian tadi.
  2. Kerusakan pada otak
    Kerusakan yang terjadi diotak akibat dari infeksi penyakit flek paru-paru adalah karena kuman penyakit tbc yang menyebar masuk ke dalam otak dan bisa menyebabkan munculnya penyakit radang selaput otak atau meningitis. Radang ini akan memicu terjadinya pembengkakan pada membran yang bisa menyelimuti bagian otak dan biasanya akan berakibat sangat fatal atau bisa menimbulkan kematian.
  3. Kerusakan hati dan ginjal
    Hati dan ginjal akan membantu untuk menyaring pengotor yang masuk ke dalam aliran darah. Kemudian fungsi ini akan mengalami suatu kegagalan jika kedua organ ini mengalami infeksi akibat dari penyakit flek paru-paru.
  4. Kerusakan pada jantung
    Kerusakan yang terjadi di jantung akibat dari penyakit flek paru-paru ini atau penyakit tbc yang bsia menyebabkan terjadinya cardiac tampinade, atau terjadinya suatu peradangan dan terjadinya penumpukkan dari cairan yang bisa membuat jantung menjadi lebih tidak efektif untuk memompa darah dan pada akhirnya akan berakibat sangat fatal.
  5. Gangguan mata
    Untuk penyakit flek paru-paru yang menimbulkan suatu komplikasi pada gangguan mata salah satunya adalah warna kemerahan pada mata, mengalami masalah iritasi dan juga terjadinya suatu pembengkakan pada retina dan bagian lainnya.
  6. Resistensi kuman
    Pengobatan yang dilakukan dalam jangka waktu lama sering membuat pasien tidak disiplin dalam menjalankan pengobatan, bahkan ada yang putus obat karena sudah merasa bosan minum obat. Pengobatan yang dilakukan dengan tidak tuntas dan dilakukan dengan tidak teratur akan membuat kuman menjadi lebih kebal pada obat, sehinga harus diberikan obat yang lainnya yang lebih kuat dan efek samping yang dirasakan juga akan lebih berat juga.

Pencegahan Penyakit Flek Paru-Paru

Tips pencegahan penyakit flek paru-paru yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit tbc adalah

  1. Menjaga kesehatan tubuh untuk senantiasa bersih dan sehat serta melakukan aktivitas olahraga dengan teratur, mendapatkan waktu istirahat yang cukup, serta mengonsumsi jenis makanan yang mengandung nutrisi serta gizi yang sangat baik dan juga sangat seimbang.
  2. Hindari melakukan hal-hal yang bisa membuat sistem daya tahan tubuh menjadi lemah, jangan begadang, jauhi merokok dan minuman yang beralkohol, mengatasi stres.
  3. Lakukanlah pemberian imunisasi BCG pada bayi.
  4. Menjaga jarak aman disaat sedang berhadapan langsung dengan penderita penyakit flek paru-paru atau penyakit tbc.

Penyakit TBC dan Penyebab TBC


=====================================

>>> Buah Merah Untuk Penyakit Paru-paru, Membantu Mengobati Penyakit Paru-paru, Flek Paru-paru, Paru-paru Basah, Radang Paru-paru dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Flek Paru Paru and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *