Klasifikasi Penyakit TBC

Klasifikasi Penyakit TBCPenyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa.

Klasifikasi Penyakit TBC

Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul didalam paru-paru akan berkembang biak menjadi dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.
Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti paru-paru, otak ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.

Klasifikasi Penyakit TBC

Klasifikasi Penyakit TBC

Diatas sudah dijelaskan bahwa terdapat dua Klasifikasi Penyakit TBC , yaitu pulmonal dan non-pulmonal. Untuk kedua kategori ini ada yang hanya menyebutkan TBC paru untuk TBC pulmonal dan TBc ekstra paru untuk non-pulmonal. dr. Yoannes Y. Laban(2008), memberikan penjelasan sebagai berikut :

1. TBC paru yang menyerang jaringan paru-paru . Dapat dibedakan menjadi 2 macam sebagai berikut :

  • TBC paru BTA positif (sangat, menular) dengan tanda sebagai berikut Sekurang-kurangnya 2 dari 3 pemeriksaan dahak memberikan hasil yang positif. Satu pemeriksaan dahak memberikan hasil yang positif dan foto rontgent dada menunjukan TBC aktif
  • TBC paru BTA positif negatif dengan tanda dengan pemeriksaan dahak positif negatif/ rontgent dada menunjukan TBC aktif.

Positif negatif yang dimaksud disini adalah hasilnya meragukan, jumlah kuman yang ditemukan pada waktu pemeriksaan belum memenuhi syarat positif dari Klasifikasi Penyakit TBC .

2. TBC ekstraparu, ini adalah TBC yang menyerang organ tubuh lain selain paru-paru, misalnya selaput paru, selaput otak, selaput jantung, kelenjar getah bening, tulang, persendiankulit, usus, ginjal, saluran kencing dan lain sebagainya.

Pemeriksaan TBC

Yang menjadi petunjuk awal dari TBC adalah foto rontgent dada. Penyakit ini tampak sebagai daerah putih yang bentuknya tidak teratur dengan latar belakang hitam. Hasil foto juga menunjukan efusi pleura atau pembesaran jantung (perikarditis).

Pemeriksaan diagnostik untuk TBC adalah sebagai berikut :

  1. Tes kulit tuberkulin, disuntikkan sejumlah kecil protein yang berasal dari bakteri TBC ke dalam lapisan yang kulit (biasanya dilengan). Dua hari kemudian dilakukan pengamatan pada daerah suntikan, jika ia terjadi pembengkakan dan kemerahan maka hasilnya adalah positif
  2. Pemeriksaan dahak, cairan tubuh atau jaringan terinfeksi. Dengan sebuah jarum diambil contoh cairan dari dada, perut, sendi, atau sekitar jantung . Mungkin perlu dilakukan biopsi untuk memperoleh contoh jaringan yang terinfeksi.

Pemeriksaan dahak harus dilakukan selama 3 kali selama 2 hari yang dikenal dengan istilah SPS (sewaktu, pagi, sewaktu). Pada sewaktu (hari pertama), dahak penderita diperiksa di laboratorium. Pada pagi (hari kedua), sehabis bangun tidur pada malam harinya, dahak penderita di tampung di pot kecil yang diberi oleh petugas laboratorium, ditutup rapat, dan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Jika hasilnya positif orang tersebut dapat dipastikan menderita penyakit TBC.

Untuk memastikan diagnotis meningitis tuberkulosis, dilakukan pemeriksaan reaksi santai polimerase (PCR) terhadap cairan serebrospinalis. Dan untuk memastikan tuberkulosis ginjal, bisa dilakukan pemeriksaan PCR terhadap air kemih penderita atau pemeriksaan rontgent dengan zat warna khusus untuk menggambarkan adanya massa atau rongga abnormal yang disebabkan oleh tuberkulosis. Untuk memastikan diagnosis tuberkulosis pada organ reproduksi wanita, dilakukan pemeriksaan panggul melalui laparoskopi.

Cara Mencegah Penyakit TBC

Terhadap beberapa cara untuk mencegah Klasifikasi Penyakit TBC , yaitu:

  1. Sinar ultraviolet pembasmi bakteri, bisa digunakan ditempat-tempat dimana sekumpulan orang dengan berbagai penyait harus duduk bersama-sama selama beberapa jam (misalnya dirumah sakit, di ruang tunggu gawat darurat). Sinar ini bisa membunuh bakteri yang terdapat didalam udara
  2. Isoniazid sangat efektif jika diberikan kepada orang-orang dengan resiko tinggi TBC misalnya petugas kesehatan dengan hasil tes tuberkelin positif, tetapi hasil rontgent tidak menunjukan adanya penyakit. Isoniazid diminum setiap hari selama 6-9 bulan.

Penderita tuberkulosis pulmonal yang sedang menjalani pengobatan penyakit tbc tidak perlu diisolasi lebih dari beberpa hari karena obatnya bekerja secara cepat sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya penularan. Tetapi, penderita yang mengalami batuk dan tidak menjalani pengobatan secara teratur, perlu diisolasi lebih lama karena bisa menularkan penyakitnya.

Untuk mencegah TBC pada anak, perlu dilakukan vaksinasi BCG sejak bayi. Namun apabila itu dilakukan pada anak usia 2-3 bulan maka harus tes mantoux terlebih dahulu. Jika hasil tes negatif maka noleh diberikan vaksinasi BCG. Kalau si anak ternyata positif TBC dan kemudian diberikan vaksinasi BCG, hal itu justru akan memberatkan penyakit tuberkulosis. Perlu diketahui, vaksi BCG tidak menjamin 100% si anak akan terhindar dari penyakit TBC.

Langkah atau cara pencegahan yang paling efektif ialah memutus rantai penularan, yaitu mengobati pendrita sampai benar-benar sembuh serta melaksanakan pola hidup sehat dan bersih.
Pada anak balita pencegahan dilakukan dengan cara memberikan isoniazin selama enam bulan dan pemberian vaksin BCG dilakukan setelah pemberian isoniazid selesai.

Gejala Penyakit TBC

Beberapa gejala penyakit flek paru-paru yang terjadi adalah :

  1. Batuk yang tidak kunjung sembuh
    Gejala yang paling utama dari penyakit flek paru-paru adalah batuk yang terjadi lebih dari 3 minggu dan tidak kunjung sembuh. Batuk ini merupakan salah satu gejala umum terjadi pada penderita penyakit tbc paru-paru.
  2. Tidak nafsu makan

Gejala lain yang biasanya muncul pada penyakt flek paru-paru adalah :

  1. Kelenjar getah bening
  2. Nafsu makan yang menurun
  3. Berat badan menurun
  4. Sesak nafas
  5. Demam

Klasifikasi Penyakit TBC


=====================================

>>> Buah Merah Untuk Penyakit Paru-paru, Membantu Mengobati Penyakit Paru-paru, Flek Paru-paru, Paru-paru Basah, Radang Paru-paru dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Flek Paru Paru and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *