Flek Paru Paru Pada Anak

Flek Paru Paru Pada Anak – Selama ini ada kesalahan persepsi yang terlanjur berkembang di masyarakat bahwa flek paru identik dengan penyakit tuberkulosis. Padahal banyak penyakit lain yang juga ditandai dengan adanya flek paru.

Flek Paru Paru Pada Anak

Flek Paru Paru Pada Anak

Penyakit Flek Paru-Paru

Adanya gambaran bercak putih dari hasil rontgen kerap disebut flek. Flek Paru Paru Pada Anak berasal dari kata Vlek (bahasa Belanda) yang berarti bercak. Menurut penjelasan Dr. Darmawan, tidak semua gambar flek yang terdapat di paru diakibatkan penyakit tuberkulosis. Ada beberapa penyakit dan keadaan dengan gambar flek di paru. Jadi flek paru bukanlah nama penyakit. Lalu mengapa anak tersebut didiagnosis mengalami penyakit flek paru?

Berbanding terbalik dengan anggapan masyarakat, dunia medis justru tidak mengenal adanya istilah penyakit Flek Paru Paru Pada Anak. Menurut Dr. Darmawan, flek paru bukanlah nama penyakit, melainkan sebuah gambaran noda atau bercak putih yang kemudian dikaitkan dengan nama penyakit dan diistilahkan untuk nama penyakit tuberkulosis.

Nama penyakit Flek Paru Paru Pada Anak kemungkinan muncul dan popelar sebagai usaha untuk menghaluskan penyebutan nama penyakit tuberkulosis. Namun penghalusan itu malah menjadi sesuatu yang salah kaprah dan sulit untuk dikoreksi.

Tidak ada istilah flek paru dalam dunia medis. Juga tidak disebut dalam artikel kedokteran manapun. Hanya di Indonesia saja yang memakai istilah tersebut. Jadi, tidak tepat jika mengatakan flek paru adalah nama penyakit dan digunakan untuk nama penyakit dan digunakan untuk nama lain dari penyakit tuberkulosis. Namun yang disayangkan adalah ketika anak dengan kondisi batuk pilek diperiksakan ke dokter dan terdapat gambaran noda lalu dianggap menderita tuberkulosis.

Penyakit Flek Paru-Paru atau TBC

Flek paru atau istilah yang umumnya digunakan oleh dokter dengan maksud sebagai penyakit Tuberkulosis. Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang dapat diobati, yang disebabkan oleh bakteri (kuman) Mycobacterium tubercolusis. penyakit TBC boleh merusak paru-paru atau bagian tubuh lain dan mengakibatkan penyakit parah. Untuk mengetahui si anak menderita TBC atau tidaknya.

Gejala Penyakit TBC Paru

Gejala Flek Paru Paru Pada Anak yang mungkin ditimbulkan pada penyakit flek paru-paru yang menyerang anak ditandai dengan gejala seperti :

  1. Gejala utama flek paru-paru pada anak yakni batuk yang tidak henti selama lebih dari 3 minggu, nafsu makan berkurang, berat badan semakin menyusut menjadikan tubuhnya kurus. di leher bagian samping seringkali teraba kelenjar getah bening.
  2. Terhadap anak yang mengalami gejala tersebut biasanya dilakukan test Mantoux. test ini yang paling bermakna untuk menegaskan diagnosis TBC pada anak. Test Mantoux dilakukan berupa suntikan di kulit lengan bawah. setelah 48-72 jam dilihat bekasnya. dinyatakan positif apabila terdapat benjol merah dengan garis tengah lebih dari 10 mm atau 1 cm. benjolan ini kemudian menghitam dan baru hilang setelah 1 minggu. Apabila test Mantoux positif, berarti anak sudah terkontak oleh kuman TBC. harus dilakukan pemeriksaan lalu endap darah dan foto rontgen untuk menilai apakah TBC berada dalam keadaan aktif atau tidak. Hasil foto inilah yang sering disebut sebagai flek.

Adanya scrophuloderma atau penyakit TBC kulit (seperti koreng yang kronik dan tak kunjung sembuh). Adanya phlyctemular conjungtivitis (kadang di mata ada merah, lalu ada bintik putih). adanya specific lymphadenopathy (pembesaran kelenjar getah bening di leher). pada TBC, biasanya kelenjar dileher yang membesar akan berderet atau lebih dari satu.

Penularan Penyakit TBC

Selain itu TBC dapat menular, cara penularan TBC umumnya melalui udara apabila orang yang membawa TBC dalam paru-paru atau tenggorokan batuk,bersin, atau berbicara, lalu kuman dilepaskan ke udara. apabila orang lain yang menghirup kuman ini mereka mungkin terinfeksi. kebanyakan orang mendapat kuman TBC dari orang yang sering berada dekat dengan mereka, seperti anggota keluarga, teman ,atau rekan sekerja.

Perlu diketahui, kasus TBC pada anak Indonesia cukup banyak yaitu sekitar 20% dari seluruh kasus TBC. Diperkirakan terdapat 583.000 kasus baru TBC setiap tahunnya( Dinas Kesehatan RI). di seluruh dunia, TBC dapat membunuh 100.000 anak setiap tahunnya. Anak-anak juga paling rentan menderita TBC berat , yang menyerang otak dan mendula spinalis. Mungkin karena sulit terdeteksi, kasus TBC pada anak seringkali tidak diperhatikan. Anak penderita TBC yang datang ke rumah sakit umumnya sudah mengalami TBC yang berat, meluas, dan sudah menyerang ke selaput otak(meningitis).

 Pengobatan Penyakit TBC

Cara pengobatan yang dilakukan untuk penyakit flek paru-paru papda anak memang berbeda dengan prang dewasa. Namun, biasanya pengobatan yang dilakukan pada anak adalah dengan pemberian dari obat anti-Tb yang bisa dikonsumsi paling tidak selama 6 bilan, pengobatan ini kemudian bisa bertambah menjadi 3 bulan lagi untuk mencegah terjadinya penyakit kambuhan. Pengobatan yang harus dilakukan dengan teratur dan rutin dan tidak boleh berhenti sebelum waktu yang telah ditentukan. Dan jika berhenti kuman biasanya akan muncul lagi dan juga terjadinya suatu kekebalan pada obat.

Penyakit flek paru-paru pada anak semua tergantung dari sistem daya tahan tubuh, dan tidak semua anak yang mempunyai flek paru-paru yang sedang mengalami sakit. Bisa saja bayi yang mengalami infeksi bakteri dari penyakit TBC namun kemudian basil itu akan mati atau juga akibat dari bersarangnya bakteri di dalam tubuh, dan tidak aktif serta tidak mengganggu.

Flek Paru Paru Pada Anak


=====================================

>>> Buah Merah Untuk Penyakit Paru-paru, Membantu Mengobati Penyakit Paru-paru, Flek Paru-paru, Paru-paru Basah, Radang Paru-paru dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Flek Paru Paru and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>