Penyakit Flek Paru-Paru Pada Anak

Pernah mendengar penyakit flek paru-paru? Mungkin Anda lebih mengenalnya sebagai penyakit TBC atau penyakit tuberculosis. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang menyerang paru-paru. Dan terdapat berbagai penyebab yang menjadikan penyakit ini muncul. Biasanya gejala yang ditandai dari penyakit flek paru-paru pada anak biasanya akan mengalami masalah penurunan berat badan kurang lebihnya selama tiga bulan secara berturut-turut tanpa diketahui penyebab yang jelasnya. Kemudian berat badan anak tidak akan mengalami kenaikan. Gejala lainnya dari penyakit flek paru-paru pada anak adalah nafsu makan yang berkurang, demam yang berlangsung lama dan juga berulang setelah itu munculnya suatu benjolan yang ada di leher, ketiak dan juga bagian lipat paha.

doctor-listening-to-girls-heart

Gejala dari penyakit flek paru-paru pada anak lainnya yang sering terlihat adalah batuk yang terjadi lebih dari dua bulan dan rasanya nyeri di dada. Diare yang terjadi secara kambuhan serta tidak bisa diobati dengan pengobatan diare yang biasa saja.

Untuk memastikan terjadinya penyakit flek paru-paru pada anak, maka hal yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan pada dahak anak selama mereka batuk, dan mendeteksi riaknya, namun yang diperiksa bukanlah ludah si anak melainkan dahaknya. Pemeriksaan dahakk yang dilakukan sebanyak 3 kali selama 2 hari yang dikenal dengan Sewaktu, Pagi, Sewaktu atau SPS.

Penyakit flek paru-paru biasanya bukan hanya menyerang pada anak-anak saja, namun juga sekitar 75% menyerang penduduk yang usianya produktif. Dan penyakit ini bisa menyebabkan kematian. Cara mengobati masalah penyakit flek paru-paru bisa dilakukan dengan menggunakan sari buah merah. Cara pencegahan penularan penyakit flek paru ini adalah dengan menjauhi kontak fisik dengan anak yang menderita flek paru-paru selama masa pengobatan karena hal ini merupakan hal yang efektif. Bayi atau anak-anak memang seharusnya dijauhi dari orang dewasa yang mengderita penyakit flek paru-paru ini. Pemberian imunisasi BCG juga perlu diberikan agar anak mendapat sistem pertahanan tubuh yang bisa tahan akan serangan dari bakteri tuberculosis ini.

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Flek Paru Paru Pada Anak

Gambar-Flek-Paru-paru-Pada-AnakSelama ini ada kesalahan persepsi yang terlanjur berkembang di masyarakat bahwa flek paru identik dengan penyakit tuberkulosis. Padahal banyak penyakit lain yang juga ditandai dengan adanya flek paru.

Adanya gambaran bercak putih dari hasil rontgen kerap disebut flek. Flek berasal dari kata Vlek (bahasa Belanda) yang berarti bercak. Menurut penjelasan Dr. Darmawan, tidak semua gambar flek yang terdapat di paru diakibatkan penyakit tuberkulosis. Ada beberapa penyakit dan keadaan dengan gambar flek di paru. Jadi flek paru bukanlah nama penyakit. Lalu mengapa anak tersebut didiagnosis mengalami penyakit flek paru?

Berbanding terbalik dengan anggapan masyarakat, dunia medis justru tidak mengenal adanya istilah penyakit flek paru. Menurut Dr. Darmawan, flek paru bukanlah nama penyakit, melainkan sebuah gambaran noda atau bercak kputih yang kemudian dikaitkan dengan nama penyakit dan diistilahkan untuk nama penyakit tuberkulosis.

Nama penyakit flek paru kemungkinan muncul dan popelar sebagai usaha untuk menghaluskan penyebutan nama penyakit tuberkulosis. Namun penghalusan itu malah menjadi sesuatu yang salah kaprah dan sulit untuk dikoreksi.

Tidak ada istilah flek paru dalam dunia medis. Juga tidak disebut dalam artikel kedokteran manapun. Hanya di Indonesia saja yang memakai istilah tersebut. Jadi, tidak tepat jika mengatakan flek paru adalah nama penyakit dan digunakan untuk nama penyakit dan digunakan untuk nama lain dari penyakit tuberkulosis. Namun yang disayangkan adalah ketika anak dengan kondisi batuk pilek diperiksakan ke dokter dan terdapat gambaran noda lalu dianggap menderita tuberkulosis.

Flek paru atau istilah yang umumnya digunakan oleh dokter dengan maksud sebagai penyakit Tuberkulosis. Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang dapat diobati, yang disebabkan oleh bakteri (kuman) Mycobacterium tubercolusis. TBC boleh merusak paru-paru atau bagian tubuh lain dan mengakibatkan penyakit parah. Untuk mengetahui si anak menderita TBC atau tidaknya.

Gejala yang mungkin ditimbulkan pada penyakit flek paru-paru yang menyerang anak ditandai dengan gejala seperti :

- Gejala utama flek paru-paru pada anak yakni batuk yang tidak henti selama lebih dari 3 minggu, nafsu makan berkurang, berat badan semakin menyusut menjadikan tubuhnya kurus. di leher bagian samping seringkali teraba kelenjar getah bening.

- Terhadap anak yang mengalami gejala tersebut biasanya dilakukan test Mantoux. test ini yang paling bermakna untuk menegaskan diagnosis TBC pada anak. Test Mantoux dilakukan berupa suntikan di kulit lengan bawah. setelah 48-72 jam dilihat bekasnya. dinyatakan positif apabila terdapat benjol merah dengan garis tengah lebih dari 10 mm atau 1 cm. benjolan ini kemudian menghitam dan baru hilang setelah 1 minggu. Apabila test Mantoux positif, berarti anak sudah terkontak oleh kuman TBC. harus dilakukan pemeriksaan lalu endap darah dan foto rontgen untuk menilai apakah TBC berada dalam keadaan aktif atau tidak. Hasil foto inilah yang sering disebut sebagai flek.

Adanya scrophuloderma atau TBC kulit (seperti koreng yang kronik dan tak kunjung sembuh). Adanya phlyctemular conjungtivitis (kadang di mata ada merah, lalu ada bintik putih). adanya specific lymphadenopathy (pembesaran kelenjar getah bening di leher). pada TBC, biasanya kelenjar dileher yang membesar akan berderet atau lebih dari satu.

Selain itu TBC dapat menular, cara penularan TBC umumnya melalui udara apabila orang yang membawa TBC dalam paru-paru atau tenggorokan batuk,bersin, atau berbicara, lalu kuman dilepaskan ke udara. apabila orang lain yang menghirup kuman ini mereka mungkin terinfeksi. kebanyakan orang mendapat kuman TBC dari orang yang sering berada dekat dengan mereka, seperti anggota keluarga, teman ,atau rekan sekerja.

Perlu diketahui, kasus TBC pada anak Indonesia cukup banyak yaitu sekitar 20% dari seluruh kasus TBC. Diperkirakan terdapat 583.000 kasus baru TBC setiap tahunnya( Dinas Kesehatan RI). di seluruh dunia, TBC dapat membunuh 100.000 anak setiap tahunnya. Anak-anak juga paling rentan menderita TBC berat , yang menyerang otak dan mendula spinalis. Mungkin karena sulit terdeteksi, kasus TBC pada anak seringkali tidak diperhatikan. Anak penderita TBC yang datang ke rumah sakit umumnya sudah mengalami TBC yang berat, meluas, dan sudah menyerang ke selaput otak(meningitis).

 

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit TBC Paru

Apabila anda batuk terus menerus selama dua minggu, dan tidak sembuh meski sudah diobati, waspadalah mungkin batuk anda disebabkan oleh kuman tuberkulosis. Tuberkulosis Pulmoner (penyakit TBC) adalah infeksi bakteri menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculossis.
Meskipun penyakit infeksi ini identik dengan lingkungan yang tidak sehat, penyakit ini juga bisa menyerang siapa saja, termasuk orang yang berperawakan kekar.

Bakteri penyebab TBC bentuknya panjang sperti Tubercele bacillus (bakteri berbentuk seperti kapsul). Sinar matahari langsung dapat membunuh baksil penyebab TBC dalam beberapa menit. Sebaliknya, baksil dapat bertahan hidup dengan cara berlindung pada air liur dan nanah lebih lama. Bahkan didalam kondisi gelap dan tempat sejuk ia bisa hidup beberapa bulan. Sebagai penyakit sistematik, TBC dapat menyerang semua bagian tubuh seperti paru-paru, susunan saraf pusat, ginjal, tulang, dan sendi . Namun penyakit ini paling sering menyerang paru-paru.

Sebagai penyakit infeksi menahun, TBC dapat menular melalui berbagai cara. Penularan tuberkulosis bisa terjadi setelah orang menghirup percikan dahak atau ludah yang terdapat diudara, yang berasal dari batuk atau bersin seseorang yang terinfeksi mycobacterium tuberkulosis.
Jika seseorang menghirup bakteri tersebut maka bakteri akan asuk ke dalam paru-paru dan mulai bertumbuh.
Melalui aliran darah, bakteri bisa masuk ke bagian tubuh lainnya, misalnya ginjal, tulang belakang, dan otak.

Didalam paru-paru dan tenggorokan, tuberkulosis bisa bersifat infeksius, artinya bakteri bisa ditularkan kepada orang lain.
Penderita TBC kemungkinan besar akan menularkan penyakitnya kepada orang-orang sekelilingnya, termasuk keluarga dan teman-teman dekatnya.
Pada kebanyakan orang sehat yang menghirup bakteri tuberkulosis dan terinfeksi, tubuhnya mampu melawan bakteri dan menghentikan pertumbuhannya.  Bakteri menjadi tidak aktif, tetapi mereka tetap hidup didalam tubuh dan bisa menjadi aktif di kemudian hari ketika kondisi tubuh melemah.

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan TBC

Bagi penderita TBC, ada hal penting yang harus diperhatikan dan juga harus dilakukan, yaitu teratur minum obat sampai benar-benar sembuh, biasanya berkisar antara 6-8 bulan.
Bila tidak minum obat secara teratur maka akan menyebabkan beberapa hal berikut ini :
1. Kuman akan kebal sehingga penyakit lebih sulit diobati
2. Kuman berkembangbiak lebih banyakl dan menyerang organ lain
3. Membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh
4. BIaya pengobatan semakin mahal
5. Masa produktif yang hilang semakin banyak.

Obat-obatan yang diberikan pada penderita TBC adalah :
1. Streptosimin
2. Rifampisin
3. INH
4. Etambutol
5. Pirazinamid

Adapun prinsip pengobatan TBC yang harus dilkaukan sebagaimana diuraikan berikut ini :
1. Obat harus diberikan dalam bentuk kombinasu dari beberapa jenis obat dalam jumlah cukup dan dosis yang sesuai dengan kategori pengobatan
2. Untuk menjamin kaptuhan pasien dalam menelan obat, pengobta dilakukan dengan pengawasan langsung (DOT = directly observed Treatment) oleh seorang Pengawas Menelan Obat (PMO)
3. Pengobatan TBC diberikan dalam 2 tahap, yaitu tahap awal intensif dan tahap lanjutan

  • Tahap awal (intensif).  Pada tahap intensif (awal) pasie mendapat 3-4 obat sekaligus setiap hari selama dua bulan dan perlu diawasi secara langsung untuk mencegah kekebalan obat. Bila pengobatan tahan intensif diberikan secara tepat, biasanya pasien yang menular menjadi tidak menular dalam kurun waktu 1-2 bulan.
  • Tahap lanjutan. Pada tahap lanjutan psien mendapat obat lebih sedikit, 2 macam saja namun dalam waktu yang lebih lama, biasanya sampai 4 bulan. Obat dapat diberikan setiap hari maupun beberapa kali dalam seminggu. Tahap lanjutan penting adalah untuk mencegah kembali penyakit kambuh.

Prinsip dasar pengobatan TBC untuk anak-anak adalah minimal 3 macam obat dan diberikan dalam waktu 6 bulan, yaitu tablet rifampisin, INH, pirazinamid, dan etambusol setiap hari dan lalu dilanjutkan 4 bulan dengan rifampisin dan INH.

Beberapa contoh panduan pengobatan yang kini dipakai adalah sebagaimana disampaikan dalam penjelasan berikut ini :
1. Kategori 1 yang diberikan pada :

  • Pasien baru TBC paru BTA positif
  • Pasien TBC paru BTA negatif dengan gambaran foto toraks sesuai TBC
  • Pasien TBC diluar paru

Pada pasien yang masuk kategori 1 dan 2 bulan pertama mendapat tablet rifampisin, INH, pirazinamid, dan etambutol setiap hari. Lalu dianjurkan 4 bulan dengan rifampisin dan INH setiap hari maupun 3 kali seminggu.

2. Kategori 2 yang diberikan pada :

  • Pasien yang sudah sembuh lalu kambuh lagi
  • Pasien gagal yang tidak sembuh diobati
  • Pasien dengan pengobatan setelah sempat berhenti berobat.

Pada pasien yang masuk kategori ini, dalam 2 bulan pertama mendapat tablet tablet rifampisin, INH, pirazinamid, dan etambutol setiap hari disertaiu suntikan streptomisin. Lalu dilanjutkan dedngan tablet rifampisin, INH, pirazinamid, dan etambutol setiap hari selama sat bulan dan dilanjutkan 5 bulan lagi dengan rifampisin dan INH 3 kali dalam seminggu.

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan TBC

Terhadap beberapa cara untuk mencegah TBC, yaitu :

  1. Sinar ultraviolet pembasmi bakteri, bisa digunakan ditempat-tempat dimana sekumpulan orang dengan berbagai penyait harus duduk bersama-sama selama beberapa jam (misalnya dirumah sakit, di ruang tunggu gawat darurat). Sinar ini bisa membunuh bakteri yang terdapat didalam udara
  2. Isoniazid sangat efektif jika diberikan kepada orang-orang dengan resiko tinggi TBC misalnya petugas kesehatan dengan hasil tes tuberkelin positif, tetapi hasil rontgent tidak menunjukan adanya penyakit. Isoniazid diminum setiap hari selama 6-9 bulan.

Penderita tuberkulosis pulmonal yang sedang menjalani pengobatan penyakit tbc tidak perlu diisolasi lebih dari beberpa hari karena obatnya bekerja secara cepat sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya penularan. Tetapi, penderita yang mengalami batuk dan tidak menjalani pengobatan secara teratur, perlu diisolasi lebih lama karena bisa menularkan penyakitnya.

Untuk mencegah TBC pada anak, perlu dilakukan vaksinasi BCG sejak bayi. Namun apabila itu dilakukan pada anak usia 2-3 bulan maka harus tes mantoux terlebih dahulu. Jika hasil tes negatif maka noleh diberikan vaksinasi BCG. Kalau si anak ternyata positif TBC dan kemudian diberikan vaksinasi BCG, hal itu justru akan memberatkan penyakit tuberkulosis. Perlu diketahui, vaksi BCG tidak menjamin 100% si anak akan terhindar dari penyakit TBC.

Langkah atau cara pencegahan yang paling efektif ialah memutus rantai penularan, yaitu mengobati pendrita sampai benar-benar sembuh serta melaksanakan pola hidup sehat dan bersih.
Pada anak balita pencegahan dilakukan dengan cara memberikan isoniazin selama enam bulan dan pemberian vaksin BCG dilakukan setelah pemberian isoniazid selesai.

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Klasifikasi Penyakit TBC

Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa.

Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul didalam paru-paru akan berkembang biak menjadi dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.
Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti paru-paru, otak ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getha bening, dan lain-lain meskipun demikian organ tubuh yang paling serinf terkena yaitu paru-paru.

Diatas sudah dijelaskan bahwa terdapat dua klasifikasi paru, yaitu pulmonal dan non-pulmonal. Untuk kedua kategori ini ada yang hanya menyebutkan TBC paru untuk TBC pulmonal dan TBc ekstra paru untuk non-pulmonal. dr. Yoannes Y. Laban(2008), memberikan penjelasan sebagai berikut :
1. TBC paru yang menyerang jaringan paru-paru . Dapat dibedakan menjadi 2 macam sebagai berikut :

  • TBC paru BTA positif (sangat, menular) dengan tanda sebagai berikut Sekurang-kurangnya 2 dari 3 pemeriksaan dahak memberikan hasil yang positif. Satu pemeriksaan dahak memberikan hasil yang positif dan foto rontgent dada menunjukan TBC aktif
  • TBC paru BTA positif negatif dengan tanda dengan pemeriksaan dahak positif negatif/ rontgent dada menunjukan TBC aktif.

Positif negatif yang dimaksud disini adalah hasilnya meragukan, jumlah kuman yang ditemukan pada waktu pemeriksaan belummemenuhi syarat positif

2. TBC ekstraparu, ini adalah TBC yang menyerang organ tubuh lain selain paru-paru, misalnya selaput paru, selaput otak, selaput jantung, kelenjar getah bening, tulang, persendiankulit, usus, ginjal, saluran kencing dan lain sebagainya.

Yang menjadi petunjuk awal dari TBC adalah foto rontgent dada. Penyakit ini tampak sebagai daerah putih yang bentuknya tidak teratur dengan latar belakang hitam. Hasil foto juga menunjukan efusi pleura atau pembesaran jantung (perikarditis).
Pemeriksaan diagnostikuntuk TBC adalah sebagai berikut :

  1. Tes kulit tuberkulin, disuntikkan sejumlah kecil protein yang berasal dari bakteri TBC ke dalam lapisan yang kulit (biasanya dilengan). Dua hari kemudian dilakukan pengamatan pada daerah suntikan, jika ia terjadi pembengkakan dan kemerahan maka hasilnya adalah positif
  2. Pemeriksaan dahak, cairan tubuh atau jaringan terinfeksi. Dengan sebuah jarum diambil contoh cairan dari dada, perut, sendi, atau sekitar jantung . Mungkin perlu dilakukan biopsi untuk memperoleh contoh jaringan yang terinfeksi.

Pemeriksaan dahak harus dilakukan selama 3 kali selama 2 hari yang dikenal dengan istilah SPS (sewaktu, pagi, sewaktu). Pada sewaktu (hari pertama), dahak penderita diperiksa di laboratorium. Pada pagi (hari kedua), sehabis bangun tidur pada malam harinya, dahak penderita di tampung di pot kecil yang diberi oleh petugas laboratorium, ditutup rapat, dan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Jika hasilnya positif orang tersebut dapat dipastikan menderita penyakit TBC.

Untuk memastikan diagnotis meningitis tuberkulosis, dilakukan pemeriksaan reaksi santai polimerase (PCR) terhadap cairan serebrospinalis. Dan untuk memastikan tuberkulosis ginjal, bisa dilakukan pemeriksaan PCR terhadap air kemih penderita atau pemeriksaan rontgent dengan zat warna khusus untuk menggambarkan adanya massa atau rongga abnormal yang disebabkan oleh tuberkulosis. Untuk memastikan diagnosis tuberkulosis pada organ reproduksi wanita, dilakukan pemeriksaan panggul melalui laparoskopi.

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit TBC

Gejala penyakit tbc ini berbeda-beda, tergantung pada usia si penderita. Gejala TBC yang nampak pada orang dewasa adalah sebagai berikut :
1. Batuk terus menerus dengan dahak selama 3 minggu atau lebih
2. Kadang-kadang dahak yang keluar bercampur dengan darah
3. Sesak napas dan rasa nyeri di dada
4. Badan lemah, nafsu makan menurun dan berat badan juga menurun
5. Keringat malam hari walau tanpa aktivitas
6. Demam meriang (demam ringan) lebih dari sebulan

Sedangkan gejala TBC yang timbul pada anak-anak ialah sebagai berikut :
1. Berat badan turun selama tiga bulan berturut-turut tanp sebab yang jelas
2. Berat badan anak tidak bertambah (anak kecil/ kurus terus)
3. Tidak ada nafsu makan
4. Demam lama dan berulang
5. Muncul benjolan didaerah leher, ketiak, dan lipat paha
6. Batuk lama lebih dari dua bulan dan nyeri dada
7. Diare berulang yang tidak embuh dengan pengobatan diare biasa.

Disamping beberapa gejala diatas masih terdapat gejala khusus yang bisa kita kenali, yaitu :
1. Bila terjadi sumbatan sebagian-sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara mengi (suara napas melemah) ang disertai sesak.
2. Kalau ada cairan di rongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluha sakit dada
3. Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejla seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.
4. Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak), gejalanya adalahdemam tinggi, adanya penurunan kesadarab dan kejang-kejang
5. Adanya scrophuloderma atau TBC kulit (seperti koreng kronis dan tak kunjung sembuh)
6. Adanya plhyctermular conjungtivitis (kadang dimata ada merah, lalu ada bintik putih)
7. Adanya specific lymphademopathy (pembesaran kelenjar getah bening dileher)
8. Pada TBC biasanya kelenjar yang membesar an berderet atau lebih dari satu.
Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkelin positif.
Pada anak usia 3bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaoprkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan darah.
Biasanya seseorang yang terinfeksi TBC memiliki peluang sebesar 5% untuk mengalami suatu infksi aktif dalam waktu 1-2 tahun. Perkembangan tuberkulosis pada setiap orang bervariasi, tergantung kepada berbagai faktor sebagai berikut :
1. Suku : Tuberkulosiss berkembang lebih cepatpad aorang kulit hitam dan penduduk asli Amerika.
2. Sistem kekebalan : infeksi aktif lebih sering dan lebih cepat terjadi pada penderita AIDS. Penderita AIDS memiliki peluang sebesar 50% untuk menderita infeks aktif dalam waktu dua bulan. Jika bakteri menjadi resisten terhadap anibiotik, maka dan tuberkulosis dalam waktu dua bukan adalah sebesar 50%.

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit TBC dan Penyebab TBC

TBC atau yang juga dikenal dengan sebutan Tuberkulosis adalah infeksi yang disebabkan oleh basil tahan asam (BTA) mycobacterium tuberculossis. TBC merupakan penyakit menular dan bisa menyerang siapa saja.

Organ tubuh yang biasanya menjadi sasaran yang paling banyak ditemui ialah paru-paru sehingga kemudian disebut tuberkulosis paru. Namun demikian, TBC juga bisa menyerang berbagai organ tubuh lainnya .

TBC yang khusus menyerang paru ini disebut sebagai TBC pulmonal atau TBC paru dan yang menyerang organ-organ lainnya disebut TBC non-pulmonal. Tuberkulosis adalah suatu infeksi menular yang bisa berakibat fatal, disebabkan oleh mycobacterium tubercullosis, mycobacterium bovis, atau mycrobacterium africanum.

Penyakit TBC merupakan penyakit menahun atau kronis (berlangsung lama). Penderita yang paling sering ialah orang-orang yang berusa antara 15-35 tahun, terutama mereka yang betubuh lemah, kurang gizi atau yang tinggal satu rumah dan berdesak-desakkan bersama penderita TBC. Pneyakit ini adalah suatu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Jika diterapi dengan benar, TBC dapat dsembuhkan. Tanpa terapi penyakit ini menyebabkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus.

TBC disebabkan oleh bakteri mikrobakterium tuberkulosis. Bakteri ini membentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA).  Kuman ini sangat kecil dan untuk melihatnya diperlukan mikroskop. Kuman ini ditemukan dalam dahak atau sputum seseorang yang sedang sakit TBC. Kuman tahan terhadap larutan asam .
Untuk pemeriksaan dahak pasien di laboratorium dinamakan Pemeriksaan Soutum BTA.

Saat mikrobakterium tuberkulosisi berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat).
Biasanya melalui serangkaian reaksi imunologis, bakteri ini akan berusaha dihambat melalui pembentukan dinding disekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme tersebut membuat jaringan disekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat)
Bentuk-bentuk dormant inilah yang sebenarnya terlihat sebaga turbekel pada pemeriksaan foto rontgent.

Pada orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap sama sepanjang hidupnya, sedangkan pada ora ng-orang dengan sistem kekebalan tubuh kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan.
Turbekel yang banyak membentuk sebuah ruang didalam paru-paru an nantinya menjadi sumber produksi sputum (dahak). Seseorang yang telag memproduksi sputum dpaat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan turbekel berlebih dan positif terinfeksi penyakit TBC

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Penyakit TBC

Banyak gejala yang ditimbulkan oleh penyakit TBC. Sebelum kita memastikan penyakit ini ada baiknya jika kita melihat gejala-gejala penyakit TBC.

Gejala Tubercullosis adalah :

1. Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama,biasanyadirasakan malam hari disertai keringat malam.
2. Serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
3. Penurunan nafsu makan dan berat badan
4. Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah)
5. Perasaan tidak enak (malaise) da lemah.

Untuk memberikan kepastian maka orang tersebut harus diperiksa lebih lanjut dengan pemeriksaan laboratorium dan foto rontgent.

Penanganannya dengan memberikan antibiotik kepada penderita. Pengobatan TBC memerlukan waktu antara 6 sampa 9 bulan. Walaupun gejala penyakit TBC sudah hilang, pengobatan tetap harus dilakukan sampai tuntas karena bakteri mycobacterum tuberculosis sebenarnya masih berada dalam keadaan aktif dan siap embentuk resistensi terhadap obat.
Kombinasi beberapa obat TBC, diperlukan karena untuk menghadapi bakteri mucobacterium tuberculosis yang berada dalam berbagai staiudm dan fase pertumbuhan yang cepat.

Penyakit TBC bisa disembuhkan secara tuntas bila penderita mengikuti anjuran tenaga kesehatan untuk minum obat secara teratur dan rutin sesuai dengan dosis yang di anjurkan, serta mengkonsumsi makanan yang bergizi cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Yang harus dilakukan untuk mencegah TBC adalah :

1. Hindari konbtak dengan percikan batuk poenderita
2. Jangan menggunakan alat-alatb makan/ minum mandi bersamaan dengan penderita
3. Sirkulasi udara dan sinar matahari dirumah harus baik
4. Pola hidup sehat maka daya taha tubuh kita diharapkan cukup untuk memberikan perlindungan.

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , | Leave a comment

Penularan TBC

Tuberkulosis atau TB atau TBC adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri masuk dan terkumpul didalam paru-paru akan berkembang biak terutama pada orang-orang dengan daya tahan tubuh yang rendah dan menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.
Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti paru-paru , pencernaan , tulang, otak, ginjal, kelenjar getah bening , dan lain-lain, namun organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru. penyakit adalah salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Indonesia berada dalam peringkay ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TBC.

Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Jumlah penderita TBC paru dari tahun ke tahun di Indonesia terus meningkat .
Saat ini setiap menit muncul satu penderita terbaru TBC paru. Setiap dua menit muncul satu penderita baru TBC patu yang menular.

Penularan penyakit ini sangat cepat karena ditukarkan melalui saluran pernapasan seperti udara dari mulut, batuk, air minum, makanan, aau ludah, penderita TBC. Selain manusia, hewan dapat terinfeksi dan menularkan penyakit TBC melalui kotorannya.
Jika kotoran hewan yang terinfeksi itu terhirup oleh manusia maka mebuka peluang manusia akan terinfeksi juga penyakit TBC. Selain itu, merokok dapat menurunkan daya tahan dari paru-paru, sehingga relatif akan mempermudah terkena TBC. Penyakit ini bersifat menahun atau berjalan kronis sehingga gejala klinisnya baru muncul jika sudah parh.

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , | Leave a comment