Penyakit Flek Paru-Paru Pada Anak

Penyakit Flek Paru-Paru Pada Anak – Pernah mendengar penyakit flek paru-paru? Mungkin Anda lebih mengenalnya sebagai penyakit TBC atau penyakit tuberkulosis. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang menyerang paru-paru. Dan terdapat berbagai penyebab yang menjadikan penyakit ini muncul. Biasanya gejala yang ditandai dari penyakit flek paru-paru pada anak biasanya akan mengalami masalah penurunan berat badan kurang lebihnya selama tiga bulan secara berturut-turut tanpa diketahui penyebab yang jelasnya. Kemudian berat badan anak tidak akan mengalami kenaikan. Gejala lainnya dari penyakit flek paru-paru pada anak adalah nafsu makan yang berkurang, demam yang berlangsung lama dan juga berulang setelah itu munculnya suatu benjolan yang ada di leher, ketiak dan juga bagian lipat paha.

Penyakit Flek Paru-Paru Pada Anak

Penyakit Flek Paru-Paru Pada Anak

Gejala dari penyakit flek paru-paru pada anak lainnya yang sering terlihat adalah batuk yang terjadi lebih dari dua bulan dan rasanya nyeri di dada. Diare yang terjadi secara kambuhan serta tidak bisa diobati dengan pengobatan diare yang biasa saja.

Penyakit Flek Paru-paru TBC

Untuk memastikan terjadinya penyakit flek paru-paru pada anak, maka hal yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan pada dahak anak selama mereka batuk, dan mendeteksi riaknya, namun yang diperiksa bukanlah ludah si anak melainkan dahaknya. Pemeriksaan dahakk yang dilakukan sebanyak 3 kali selama 2 hari yang dikenal dengan Sewaktu, Pagi, Sewaktu atau SPS.

Penyakit flek paru-paru biasanya bukan hanya menyerang pada anak-anak saja, namun juga sekitar 75% menyerang penduduk yang usianya produktif. Dan penyakit ini bisa menyebabkan kematian. Cara mengobati masalah penyakit flek paru-paru bisa dilakukan dengan menggunakan sari buah merah. Cara pencegahan penularan penyakit flek paru ini adalah dengan menjauhi kontak fisik dengan anak yang menderita flek paru-paru selama masa pengobatan karena hal ini merupakan hal yang efektif. Bayi atau anak-anak memang seharusnya dijauhi dari orang dewasa yang mengderita penyakit flek paru-paru ini. Pemberian imunisasi BCG juga perlu diberikan agar anak mendapat sistem pertahanan tubuh yang bisa tahan akan serangan dari bakteri tuberculosis ini.

Pemeriksaan Penyakit TBC

Pemeriksaan penyakit flek paru-paru pada anak adalah dengan melakukan tes Mantoux, melakukan rontgent, dan juga pemeriksaan darah yang diketahui apakah ada suatu potensi dari terjadinya flek paru-paru atau juga tidak mengalaminya. Kemudian baisanya dokter juga akan melakukan suatu tindakan pengobatan yang tepat. Harus diketahui, walaupun anak Anda memang sudah positif mengalami infeksi penyakit flek paru-paru, namun bukan berarti bahwa bakteri ini sudah mengalami perkembangan untuk menjadi penyakit tbc atau juga mengalami TB aktif. Hanya sekitar 10% saja dari anak-anak yang mengalami infeksi penyakit tbc yang bisa mengalami penyakit ini.

Hindari kontak fisik antara penderita dari penyakit flek paru-paru yang sedang menjalani pengobatan adalah merupakan salah satu cara yang paling aman agar anaknya bisa terhindar dari penyakit ini. Ini disebabkan karena terjadinya suatu penularan dari bakteri flek paru-paru dan sangat mudah sekali. Penularan bisa terjadi lewat udara. Karena itulah, bayi memang harus dijauhkan dari orang yang dewasa yang kita tahu sudah mengidap penyakit flek paru-paru. Dan selain itu juga perlu menambahkan pemberian dari imunisasi BCG agar membuat bayi mempunyai sistem imun atau sistem daya tahan tubuh dari terjadinya serangan bakteri ini.

Infeksi penyakit flek paru-paru pada anak merupakan salah satu resiko yang paling tinggi. Karena kondisi dari tubuh bayi yang masih rentan untuk mengalami serangan, akibat dari sistem kekebalan tubuh yang alami yang sistemnya masih belum sempurna. Jika seorang anak mengalami infeksi penyakit tbc, maka resikonya akan terjadi lebih berat dibandingkan oleh orang dewasa. Umumnya adalah penyakit tbc yang terjadi pada orang dewasa biasanya akan terlokalisasi hanya pada paru-paru, karena tubuh orang yang dewasa sudah mempunyai sistem kekebalan tubuh yang sudah sempurna. Sedangkan pada anak-anak dan pada bayi, penyebaran dari bakteri yang bukan hanya terjadi di dalam paru-paru namun juga terjadi di seluruh tubuh lewat aliran di dalam darah. Itu sebabnya mengapa pada bayi dan anak-anak bisa mencapai kasus penyakit tb tulang. TB hati dan juga limfa, TB selaput otak atau meningitis.

Pengobatan Penyakit TBC

Karena alasan itulah, penyakit flek paru-paru yang terjadi pada bayi harus segera diobati jika sudah dideteksi. Pengobatan yang dilakukan biasanya dalam bentuk pemberian obat oral, dan juga menggunakan obat anti-TB atau juga obat kombinasi yang dilakukan selama paling tidak adalah dalam jangka waktu 6 bulan atau bisa mencapai 12 bulan untuk penderita penyakit tbc kasus berat yang sudah menjalar masuk ke dalam otak hingga bisa menyebabkan terjadinya penyakit meningitis.

Untuk mencegah bayi terhindar dari penyakit flek paru-parul maka pencegahan memanglah salah satu hal yang sangat penting. Yang paling penting lainnya adalah dalam pemberian makanan dengan asupan nutrisi dan zat-zat sistem kekebalan tubuh sejak dari lahir, dan seperti zat-zat yang ada di dalam ASI dan makanan yang bergizi. Tidak semua dari anak yang menderita penyakit tbc akan mengalami jatih sakit. Hal ini semuanya tergantung dari sistem daya tahan tubuh pada anak. Bisa saja bayi atau anak mengalami infeksi bakteri dari tbc namun basil itu kemudian mati atau setelah itu bersarang di dalam tubuh, tidak aktif dan juga tidak mengganggu.

Penyakit Flek Paru-Paru Pada Anak

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Flek Paru Paru Pada Anak

Flek Paru Paru Pada Anak – Selama ini ada kesalahan persepsi yang terlanjur berkembang di masyarakat bahwa flek paru identik dengan penyakit tuberkulosis. Padahal banyak penyakit lain yang juga ditandai dengan adanya flek paru.

Flek Paru Paru Pada Anak

Flek Paru Paru Pada Anak

Penyakit Flek Paru-Paru

Adanya gambaran bercak putih dari hasil rontgen kerap disebut flek. Flek Paru Paru Pada Anak berasal dari kata Vlek (bahasa Belanda) yang berarti bercak. Menurut penjelasan Dr. Darmawan, tidak semua gambar flek yang terdapat di paru diakibatkan penyakit tuberkulosis. Ada beberapa penyakit dan keadaan dengan gambar flek di paru. Jadi flek paru bukanlah nama penyakit. Lalu mengapa anak tersebut didiagnosis mengalami penyakit flek paru?

Berbanding terbalik dengan anggapan masyarakat, dunia medis justru tidak mengenal adanya istilah penyakit Flek Paru Paru Pada Anak. Menurut Dr. Darmawan, flek paru bukanlah nama penyakit, melainkan sebuah gambaran noda atau bercak putih yang kemudian dikaitkan dengan nama penyakit dan diistilahkan untuk nama penyakit tuberkulosis.

Nama penyakit Flek Paru Paru Pada Anak kemungkinan muncul dan popelar sebagai usaha untuk menghaluskan penyebutan nama penyakit tuberkulosis. Namun penghalusan itu malah menjadi sesuatu yang salah kaprah dan sulit untuk dikoreksi.

Tidak ada istilah flek paru dalam dunia medis. Juga tidak disebut dalam artikel kedokteran manapun. Hanya di Indonesia saja yang memakai istilah tersebut. Jadi, tidak tepat jika mengatakan flek paru adalah nama penyakit dan digunakan untuk nama penyakit dan digunakan untuk nama lain dari penyakit tuberkulosis. Namun yang disayangkan adalah ketika anak dengan kondisi batuk pilek diperiksakan ke dokter dan terdapat gambaran noda lalu dianggap menderita tuberkulosis.

Penyakit Flek Paru-Paru atau TBC

Flek paru atau istilah yang umumnya digunakan oleh dokter dengan maksud sebagai penyakit Tuberkulosis. Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang dapat diobati, yang disebabkan oleh bakteri (kuman) Mycobacterium tubercolusis. penyakit TBC boleh merusak paru-paru atau bagian tubuh lain dan mengakibatkan penyakit parah. Untuk mengetahui si anak menderita TBC atau tidaknya.

Gejala Penyakit TBC Paru

Gejala Flek Paru Paru Pada Anak yang mungkin ditimbulkan pada penyakit flek paru-paru yang menyerang anak ditandai dengan gejala seperti :

  1. Gejala utama flek paru-paru pada anak yakni batuk yang tidak henti selama lebih dari 3 minggu, nafsu makan berkurang, berat badan semakin menyusut menjadikan tubuhnya kurus. di leher bagian samping seringkali teraba kelenjar getah bening.
  2. Terhadap anak yang mengalami gejala tersebut biasanya dilakukan test Mantoux. test ini yang paling bermakna untuk menegaskan diagnosis TBC pada anak. Test Mantoux dilakukan berupa suntikan di kulit lengan bawah. setelah 48-72 jam dilihat bekasnya. dinyatakan positif apabila terdapat benjol merah dengan garis tengah lebih dari 10 mm atau 1 cm. benjolan ini kemudian menghitam dan baru hilang setelah 1 minggu. Apabila test Mantoux positif, berarti anak sudah terkontak oleh kuman TBC. harus dilakukan pemeriksaan lalu endap darah dan foto rontgen untuk menilai apakah TBC berada dalam keadaan aktif atau tidak. Hasil foto inilah yang sering disebut sebagai flek.

Adanya scrophuloderma atau penyakit TBC kulit (seperti koreng yang kronik dan tak kunjung sembuh). Adanya phlyctemular conjungtivitis (kadang di mata ada merah, lalu ada bintik putih). adanya specific lymphadenopathy (pembesaran kelenjar getah bening di leher). pada TBC, biasanya kelenjar dileher yang membesar akan berderet atau lebih dari satu.

Penularan Penyakit TBC

Selain itu TBC dapat menular, cara penularan TBC umumnya melalui udara apabila orang yang membawa TBC dalam paru-paru atau tenggorokan batuk,bersin, atau berbicara, lalu kuman dilepaskan ke udara. apabila orang lain yang menghirup kuman ini mereka mungkin terinfeksi. kebanyakan orang mendapat kuman TBC dari orang yang sering berada dekat dengan mereka, seperti anggota keluarga, teman ,atau rekan sekerja.

Perlu diketahui, kasus TBC pada anak Indonesia cukup banyak yaitu sekitar 20% dari seluruh kasus TBC. Diperkirakan terdapat 583.000 kasus baru TBC setiap tahunnya( Dinas Kesehatan RI). di seluruh dunia, TBC dapat membunuh 100.000 anak setiap tahunnya. Anak-anak juga paling rentan menderita TBC berat , yang menyerang otak dan mendula spinalis. Mungkin karena sulit terdeteksi, kasus TBC pada anak seringkali tidak diperhatikan. Anak penderita TBC yang datang ke rumah sakit umumnya sudah mengalami TBC yang berat, meluas, dan sudah menyerang ke selaput otak(meningitis).

 Pengobatan Penyakit TBC

Cara pengobatan yang dilakukan untuk penyakit flek paru-paru papda anak memang berbeda dengan prang dewasa. Namun, biasanya pengobatan yang dilakukan pada anak adalah dengan pemberian dari obat anti-Tb yang bisa dikonsumsi paling tidak selama 6 bilan, pengobatan ini kemudian bisa bertambah menjadi 3 bulan lagi untuk mencegah terjadinya penyakit kambuhan. Pengobatan yang harus dilakukan dengan teratur dan rutin dan tidak boleh berhenti sebelum waktu yang telah ditentukan. Dan jika berhenti kuman biasanya akan muncul lagi dan juga terjadinya suatu kekebalan pada obat.

Penyakit flek paru-paru pada anak semua tergantung dari sistem daya tahan tubuh, dan tidak semua anak yang mempunyai flek paru-paru yang sedang mengalami sakit. Bisa saja bayi yang mengalami infeksi bakteri dari penyakit TBC namun kemudian basil itu akan mati atau juga akibat dari bersarangnya bakteri di dalam tubuh, dan tidak aktif serta tidak mengganggu.

Flek Paru Paru Pada Anak

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit TBC Paru

Penyakit TBC Paru  – Apabila anda batuk terus menerus selama dua minggu, dan tidak sembuh meski sudah diobati, waspadalah mungkin batuk anda disebabkan oleh kuman tuberkulosis. Tuberkulosis Pulmoner (Penyakit TBC Paru) adalah infeksi bakteri menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculossis.
Meskipun penyakit infeksi ini identik dengan lingkungan yang tidak sehat, penyakit ini juga bisa menyerang siapa saja, termasuk orang yang berperawakan kekar.

Penyakit TBC Paru

Penyakit TBC Paru

Penyakit TBC Paru

Bakteri penyebab Penyakit TBC Paru bentuknya panjang sperti Tubercele bacillus (bakteri berbentuk seperti kapsul). Sinar matahari langsung dapat membunuh baksil penyebab TBC dalam beberapa menit. Sebaliknya, baksil dapat bertahan hidup dengan cara berlindung pada air liur dan nanah lebih lama. Bahkan didalam kondisi gelap dan tempat sejuk ia bisa hidup beberapa bulan. Sebagai penyakit sistematik, TBC dapat menyerang semua bagian tubuh seperti paru-paru, susunan saraf pusat, ginjal, tulang, dan sendi . Namun penyakit ini paling sering menyerang paru-paru.

Sebagai penyakit infeksi menahun, Penyakit TBC dapat menular melalui berbagai cara. Penularan tuberkulosis bisa terjadi setelah orang menghirup percikan dahak atau ludah yang terdapat diudara, yang berasal dari batuk atau bersin seseorang yang terinfeksi mycobacterium tuberkulosis. Jika seseorang menghirup bakteri tersebut maka bakteri akan asuk ke dalam paru-paru dan mulai bertumbuh. Melalui aliran darah, bakteri bisa masuk ke bagian tubuh lainnya, misalnya ginjal, tulang belakang, dan otak.

Didalam paru-paru dan tenggorokan, tuberkulosis bisa bersifat infeksius, artinya bakteri bisa ditularkan kepada orang lain. Penderita TBC kemungkinan besar akan menularkan penyakitnya kepada orang-orang sekelilingnya, termasuk keluarga dan teman-teman dekatnya. Pada kebanyakan orang sehat yang menghirup bakteri tuberkulosis dan terinfeksi, tubuhnya mampu melawan bakteri dan menghentikan pertumbuhannya.  Bakteri menjadi tidak aktif, tetapi mereka tetap hidup didalam tubuh dan bisa menjadi aktif di kemudian hari ketika kondisi tubuh melemah.

Gejala Penyakit TBC Paru

Biasanya banyak orang mengenal bahwa penyakit tbc disebut dengan istilah penyakit flek paru-paru. Padahal dalam dunia medis, hal ini tidak ada sama sekali. Yang ada adalah penyakit tbc paru. Gejala awal dari penyakit flek paru-paru atau penyak tc paru adalah cepat merasa kelelahan dan juga batuk yang sedikit. Kemudian lama kelamaan batuk akan semakin bertambah dengan lendir yang keluar banyak dan kental warnanya kuning hijau dan biasanya bintik-bintik darah. Badan penderita biasanya akan menjadi kurus dan pucat, setiap malam biasanya akan menderita keringat dingin, nafsu makan yang menurun. Selain itu, pada penderita kadang juga mengeluarkan darah merah tua dan juga berbisa halus. Seringkali hal ini seolah-olah dimuntahkan atau juga keluar dari hidung seakan hidungnya berdarah.

Selama sedang mengeluarkan darah, biasanya penderita akan sesak nafas dan juga sangat gelisah, pernapasan dari suara atau terjadinya ngorok akibat dari batang tenggorok terdapat suatu cairan. Selesai mengeluarkan darah, kemudian penderita biasanya akan meludahkan darah beku paling tidak selama beberapa hari. Pada orang dewasa, penyakit flek faru-paru ini bisa diderita selama bertahun-tahun lamanya tanpa langsung membahayakan jiwa si penderita. Namun untuk anak kecil, masalah ini akan menjadi suatu hal yang sangat berbahaya.

Selain mengalami gejala tbc dalam bentuk batuk darah, kuman-kuman dari penyebab terjadinya penyakit flek paru-paru ini akan membuat cairan keluar dari dalam rongga dada dan diantaranya adalah dari selaput paru-paru serta dinding rongga dada. Cairan ini kemudian akan menekan paru-paru yang bersangkutan sehingga penderita akan mengalami kesusahan dalam bernapas. Keadaan yang seperti ini biasanya dinamakan dengan istilah pleuritis atau terjadinya radang dari selaput paru-paru dan juga cairannya ini bisa dikeluarkan sampai mencapai 2 liter banyaknya. Untuk penderita yang mengalami dan mengaandung kuman-kuman TBC yang laten, jika mengalami serangan penyakit flu yang berat, maka penyakit ini bsia sangat aktif dan akan menyebabkan terjadinya penyakit pleuritis.

Basil pada infeksi penyakit flek paru-paru ini terjadi bukan hanya menyerang organ parui-paru namun bisa juga merusak beberapa organ tubuh yang lainnya. Misalnya adalah merusakn kelenjar getah bening disamping leher, tbc ginjal, tc usus, dan juga tbc kulit dibagian leher serta dibagian tulang dada.

Cara Mencegah Penyakit TBC Paru

Hal yang harus diperhatikan pada penyakit flek paru-paru adalah harus menjaga kebersihan tempat tinggi dan lingkungan sekitarnya untuk mencegah terjadinya penularan pada anggota keluarga. Selain itu juga, cara mencegah penularan kepada orang lain juga bisa dilakukan dengan menampung ludah ke dalam kaleng yang sudah diisi dengan larutan karbol dan juga lisol. Pakaian dan juga alat-alat dari makanan yang harus dicuci tersendiri. Untuk penderita yang harus banyak beristirahat yang cukup. Sebaiknya pada penderita jangan bersandar pada susunan bantal. Si pendeirta haruslah mengonsumsi jenis makanan yang mengandung gizi serta bernutrisi tinggi misalnya adalah seperti telur, hati, susu murni, dan juga sayur-sayuran serta buah-buahan yang masih segar. Jika penderita mengalami sesak nafas  maka bisa diberikan makan paling tidak 3-5 kali dalam sehari, namun sebaiknya asupannya jangan terlalu banyak setiap kali makan.

Hal yang harus diketahui adalah pada penyakit flek paru-paru  lebih rentan menyerang anak-anak yang berusia dibawah 2  tahun, orang dewasa, dan mereka dengan sistem daya tahan tubuh yang rendah serta mereka yang hidup pada lingkungan dengan orang yang mengalami infeksi bakteri ini.

Penyakit TBC Paru

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan TBC

Pengobatan TBC – Bagi penderita TBC, ada hal penting yang harus diperhatikan dan juga harus dilakukan, yaitu teratur minum obat sampai benar-benar sembuh, biasanya berkisar antara 6-8 bulan.

Pengobatan Penyakit TBC

Bila tidak minum obat secara teratur maka akan menyebabkan beberapa hal berikut ini :

1. Kuman akan kebal sehingga penyakit lebih sulit diobati
2. Kuman berkembangbiak lebih banyakl dan menyerang organ lain
3. Membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh
4. BIaya pengobatan semakin mahal
5. Masa produktif yang hilang semakin banyak.

Obat-obatan yang diberikan pada penderita TBC adalah :
1. Streptosimin
2. Rifampisin
3. INH
4. Etambutol
5. Pirazinamid

Pengobatan TBC

Pengobatan TBC

Adapun prinsip pengobatan TBC yang harus dilkaukan sebagaimana diuraikan berikut ini :
1. Obat harus diberikan dalam bentuk kombinasu dari beberapa jenis obat dalam jumlah cukup dan dosis yang sesuai dengan kategori pengobatan
2. Untuk menjamin kaptuhan pasien dalam menelan obat, pengobta dilakukan dengan pengawasan langsung (DOT = directly observed Treatment) oleh seorang Pengawas Menelan Obat (PMO)
3. Pengobatan TBC diberikan dalam 2 tahap, yaitu tahap awal intensif dan tahap lanjutan

  • Tahap awal (intensif).  Pada tahap intensif (awal) pasie mendapat 3-4 obat sekaligus setiap hari selama dua bulan dan perlu diawasi secara langsung untuk mencegah kekebalan obat. Bila pengobatan tahan intensif diberikan secara tepat, biasanya pasien yang menular menjadi tidak menular dalam kurun waktu 1-2 bulan.
  • Tahap lanjutan. Pada tahap lanjutan psien mendapat obat lebih sedikit, 2 macam saja namun dalam waktu yang lebih lama, biasanya sampai 4 bulan. Obat dapat diberikan setiap hari maupun beberapa kali dalam seminggu. Tahap lanjutan penting adalah untuk mencegah kembali penyakit kambuh.

Prinsip dasar pengobatan TBC untuk anak-anak adalah minimal 3 macam obat dan diberikan dalam waktu 6 bulan, yaitu tablet rifampisin, INH, pirazinamid, dan etambusol setiap hari dan lalu dilanjutkan 4 bulan dengan rifampisin dan INH.

Panduan Pengobatan TBC

Beberapa contoh panduan pengobatan penyakit tbc yang kini dipakai adalah sebagaimana disampaikan dalam penjelasan berikut ini :

1. Kategori 1 yang diberikan pada :

  • Pasien baru TBC paru BTA positif
  • Pasien TBC paru BTA negatif dengan gambaran foto toraks sesuai TBC
  • Pasien TBC diluar paru

Pada pasien yang masuk kategori 1 dan 2 bulan pertama mendapat tablet rifampisin, INH, pirazinamid, dan etambutol setiap hari. Lalu dianjurkan 4 bulan dengan rifampisin dan INH setiap hari maupun 3 kali seminggu.

2. Kategori 2 yang diberikan pada :

  • Pasien yang sudah sembuh lalu kambuh lagi
  • Pasien gagal yang tidak sembuh diobati
  • Pasien dengan pengobatan setelah sempat berhenti berobat.

Pada pasien yang masuk kategori ini, dalam 2 bulan pertama mendapat tablet tablet rifampisin, INH, pirazinamid, dan etambutol setiap hari disertaiu suntikan streptomisin. Lalu dilanjutkan dedngan tablet rifampisin, INH, pirazinamid, dan etambutol setiap hari selama sat bulan dan dilanjutkan 5 bulan lagi dengan rifampisin dan INH 3 kali dalam seminggu.

Gejala Penyakit TBC Paru atau Penyakit Flek Paru-paru

Gejala penyakit flek paru-paru yang biasanya terjadi adalah :

  1. Gejala paling utama adalah batuk yang terjadi dan tidak berhenti paling tidak selama 3 minggu, atau juga nafsu makan yang menurun, selain itu penurunan pada berat badan yang membuat tubuh si penderita menjadi kurus, serta leher dibagian samping kadang juga mengalami kelenjar getah bening.
  2. Kadang pada anak yang mengalami gejala penyak flek paru-paru yang biasanya dilakukan dengan test Mantouz, tes ini biasanya paling tidak bertujuan untuk menegakkan diagnosis penyakit tbc yang terjadi pada anak. Tes mantoux ini dilakukan dalam bentuk suntikan pada kulit lengan bagian bawah, dan setelah kurang lebih 48-72 jam akan bisa terlihat bekasnya. Jika dinyatakan positif, maka akan muncul benjol merah dengan bentuk garis tengah kurang lebih 10 mm atau juga 1 cm. Dan biasanya benjolan ini kemudian lama kelamaan akan menghitam dan akan hilang 1 minggu setelahnya. Apabila tes Mantoux ini positif maka berarti anak sudah mengalami kontak dari kuman TBC dan harus dilakukan pada tes Mantouz positif, berarti anak sudah mengalami kontak dengan kuman TBC, harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu lewat endap darah dan juga pemeriksaan pada foto rontgen untuk membantu menilai apakah penyakit flek paru-paru ini sudah berada dalam keadaan aktif atau sedang dalam keadaan tidak aktif. Kemudian hasil dari foto inilah yang disebut dengan flek.

Adanya penyakit scrophuloderma atau penyakit tbc kulit misalnya adalah seperti terjadinya koreng yang kronik dan juga tidak kunjung sembuh, selain itu juga adanya suatu phlyctemular conjungtivis yang terjadi kadang pada mata yang berwarna merah dan ada bintik berwarna putih, adanya masalah specific lymphadenopathy atau terjadinya pembesaran pada kelenjar getah bening yang terjadi di leher, pada penyak tbc biasanya kelenjar getah bening di leher ini akan terjadi dengan berderet atau juga bahkan terjadi lebih dari satu.

Cara Penularan Penyakit TBC

Selain itu juga pada penyakit tbc yang menular, cara penularan dari penyakit tbc ini umumnya lewat udara dan jika orang yang membawa penyakit tbc dalam paru-paru atau d dalam tenggorokan batuk, bersin dan juga berbicara, maka kuman-kuman ini kemudian dilepaskan ke udara dan jika orang lain menghirupnya maka mereka akan mengalami infeksi.

Itulah Informasi mengenai penyakit TBC dan juga cara pengobatan penyakit TBC. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semuanya. Terimakasih

Pengobatan TBC

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Klasifikasi Penyakit TBC

Klasifikasi Penyakit TBCPenyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa.

Klasifikasi Penyakit TBC

Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul didalam paru-paru akan berkembang biak menjadi dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.
Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti paru-paru, otak ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.

Klasifikasi Penyakit TBC

Klasifikasi Penyakit TBC

Diatas sudah dijelaskan bahwa terdapat dua Klasifikasi Penyakit TBC , yaitu pulmonal dan non-pulmonal. Untuk kedua kategori ini ada yang hanya menyebutkan TBC paru untuk TBC pulmonal dan TBc ekstra paru untuk non-pulmonal. dr. Yoannes Y. Laban(2008), memberikan penjelasan sebagai berikut :

1. TBC paru yang menyerang jaringan paru-paru . Dapat dibedakan menjadi 2 macam sebagai berikut :

  • TBC paru BTA positif (sangat, menular) dengan tanda sebagai berikut Sekurang-kurangnya 2 dari 3 pemeriksaan dahak memberikan hasil yang positif. Satu pemeriksaan dahak memberikan hasil yang positif dan foto rontgent dada menunjukan TBC aktif
  • TBC paru BTA positif negatif dengan tanda dengan pemeriksaan dahak positif negatif/ rontgent dada menunjukan TBC aktif.

Positif negatif yang dimaksud disini adalah hasilnya meragukan, jumlah kuman yang ditemukan pada waktu pemeriksaan belum memenuhi syarat positif dari Klasifikasi Penyakit TBC .

2. TBC ekstraparu, ini adalah TBC yang menyerang organ tubuh lain selain paru-paru, misalnya selaput paru, selaput otak, selaput jantung, kelenjar getah bening, tulang, persendiankulit, usus, ginjal, saluran kencing dan lain sebagainya.

Pemeriksaan TBC

Yang menjadi petunjuk awal dari TBC adalah foto rontgent dada. Penyakit ini tampak sebagai daerah putih yang bentuknya tidak teratur dengan latar belakang hitam. Hasil foto juga menunjukan efusi pleura atau pembesaran jantung (perikarditis).

Pemeriksaan diagnostik untuk TBC adalah sebagai berikut :

  1. Tes kulit tuberkulin, disuntikkan sejumlah kecil protein yang berasal dari bakteri TBC ke dalam lapisan yang kulit (biasanya dilengan). Dua hari kemudian dilakukan pengamatan pada daerah suntikan, jika ia terjadi pembengkakan dan kemerahan maka hasilnya adalah positif
  2. Pemeriksaan dahak, cairan tubuh atau jaringan terinfeksi. Dengan sebuah jarum diambil contoh cairan dari dada, perut, sendi, atau sekitar jantung . Mungkin perlu dilakukan biopsi untuk memperoleh contoh jaringan yang terinfeksi.

Pemeriksaan dahak harus dilakukan selama 3 kali selama 2 hari yang dikenal dengan istilah SPS (sewaktu, pagi, sewaktu). Pada sewaktu (hari pertama), dahak penderita diperiksa di laboratorium. Pada pagi (hari kedua), sehabis bangun tidur pada malam harinya, dahak penderita di tampung di pot kecil yang diberi oleh petugas laboratorium, ditutup rapat, dan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Jika hasilnya positif orang tersebut dapat dipastikan menderita penyakit TBC.

Untuk memastikan diagnotis meningitis tuberkulosis, dilakukan pemeriksaan reaksi santai polimerase (PCR) terhadap cairan serebrospinalis. Dan untuk memastikan tuberkulosis ginjal, bisa dilakukan pemeriksaan PCR terhadap air kemih penderita atau pemeriksaan rontgent dengan zat warna khusus untuk menggambarkan adanya massa atau rongga abnormal yang disebabkan oleh tuberkulosis. Untuk memastikan diagnosis tuberkulosis pada organ reproduksi wanita, dilakukan pemeriksaan panggul melalui laparoskopi.

Cara Mencegah Penyakit TBC

Terhadap beberapa cara untuk mencegah Klasifikasi Penyakit TBC , yaitu:

  1. Sinar ultraviolet pembasmi bakteri, bisa digunakan ditempat-tempat dimana sekumpulan orang dengan berbagai penyait harus duduk bersama-sama selama beberapa jam (misalnya dirumah sakit, di ruang tunggu gawat darurat). Sinar ini bisa membunuh bakteri yang terdapat didalam udara
  2. Isoniazid sangat efektif jika diberikan kepada orang-orang dengan resiko tinggi TBC misalnya petugas kesehatan dengan hasil tes tuberkelin positif, tetapi hasil rontgent tidak menunjukan adanya penyakit. Isoniazid diminum setiap hari selama 6-9 bulan.

Penderita tuberkulosis pulmonal yang sedang menjalani pengobatan penyakit tbc tidak perlu diisolasi lebih dari beberpa hari karena obatnya bekerja secara cepat sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya penularan. Tetapi, penderita yang mengalami batuk dan tidak menjalani pengobatan secara teratur, perlu diisolasi lebih lama karena bisa menularkan penyakitnya.

Untuk mencegah TBC pada anak, perlu dilakukan vaksinasi BCG sejak bayi. Namun apabila itu dilakukan pada anak usia 2-3 bulan maka harus tes mantoux terlebih dahulu. Jika hasil tes negatif maka noleh diberikan vaksinasi BCG. Kalau si anak ternyata positif TBC dan kemudian diberikan vaksinasi BCG, hal itu justru akan memberatkan penyakit tuberkulosis. Perlu diketahui, vaksi BCG tidak menjamin 100% si anak akan terhindar dari penyakit TBC.

Langkah atau cara pencegahan yang paling efektif ialah memutus rantai penularan, yaitu mengobati pendrita sampai benar-benar sembuh serta melaksanakan pola hidup sehat dan bersih.
Pada anak balita pencegahan dilakukan dengan cara memberikan isoniazin selama enam bulan dan pemberian vaksin BCG dilakukan setelah pemberian isoniazid selesai.

Gejala Penyakit TBC

Beberapa gejala penyakit flek paru-paru yang terjadi adalah :

  1. Batuk yang tidak kunjung sembuh
    Gejala yang paling utama dari penyakit flek paru-paru adalah batuk yang terjadi lebih dari 3 minggu dan tidak kunjung sembuh. Batuk ini merupakan salah satu gejala umum terjadi pada penderita penyakit tbc paru-paru.
  2. Tidak nafsu makan

Gejala lain yang biasanya muncul pada penyakt flek paru-paru adalah :

  1. Kelenjar getah bening
  2. Nafsu makan yang menurun
  3. Berat badan menurun
  4. Sesak nafas
  5. Demam

Klasifikasi Penyakit TBC

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit TBC

Gejala penyakit tbc ini berbeda-beda, tergantung pada usia si penderita. Gejala Penyakit TBC yang nampak pada orang dewasa adalah sebagai berikut :
1. Batuk terus menerus dengan dahak selama 3 minggu atau lebih
2. Kadang-kadang dahak yang keluar bercampur dengan darah
3. Sesak napas dan rasa nyeri di dada
4. Badan lemah, nafsu makan menurun dan berat badan juga menurun
5. Keringat malam hari walau tanpa aktivitas
6. Demam meriang (demam ringan) lebih dari sebulan

Gejala Penyakit TBC

Gejala Penyakit TBC

Gejala Penyakit TBC

Sedangkan Gejala Penyakit TBC yang timbul pada anak-anak ialah sebagai berikut :

1. Berat badan turun selama tiga bulan berturut-turut tanp sebab yang jelas
2. Berat badan anak tidak bertambah (anak kecil/ kurus terus)
3. Tidak ada nafsu makan
4. Demam lama dan berulang
5. Muncul benjolan didaerah leher, ketiak, dan lipat paha
6. Batuk lama lebih dari dua bulan dan nyeri dada
7. Diare berulang yang tidak embuh dengan pengobatan diare biasa.

Disamping beberapa gejala diatas masih terdapat Gejala Penyakit TBC khusus yang bisa kita kenali, yaitu :

  1. Bila terjadi sumbatan sebagian-sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara mengi (suara napas melemah) ang disertai sesak.
  2. Kalau ada cairan di rongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluha sakit dada
  3. Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejla seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.
  4. Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak), gejalanya adalahdemam tinggi, adanya penurunan kesadarab dan kejang-kejang
  5. Adanya scrophuloderma atau TBC kulit (seperti koreng kronis dan tak kunjung sembuh)
  6. Adanya plhyctermular conjungtivitis (kadang dimata ada merah, lalu ada bintik putih)
  7. Adanya specific lymphademopathy (pembesaran kelenjar getah bening dileher)
  8. Pada TBC biasanya kelenjar yang membesar an berderet atau lebih dari satu.

Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkelin positif.
Pada anak usia 3bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaoprkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan darah.
Biasanya seseorang yang terinfeksi TBC memiliki peluang sebesar 5% untuk mengalami suatu infksi aktif dalam waktu 1-2 tahun.

Penyakit Tuberkulosis

Perkembangan tuberkulosis pada setiap orang bervariasi, tergantung kepada berbagai faktor sebagai berikut :

  1. Suku : Tuberkulosiss berkembang lebih cepatpad aorang kulit hitam dan penduduk asli Amerika.
  2. Sistem kekebalan : infeksi aktif lebih sering dan lebih cepat terjadi pada penderita AIDS. Penderita AIDS memiliki peluang sebesar 50% untuk menderita infeks aktif dalam waktu dua bulan. Jika bakteri menjadi resisten terhadap anibiotik, maka dan tuberkulosis dalam waktu dua bukan adalah sebesar 50

Pemeriksaan pada gejala penyakit flek paru-paru adalah dengan melakukan tes Mantoux. Hal ini membantu untuk memastikan apakah Anda sudah benar-benar mengalami infeksi terjadinya serangan bakteri penyakit flek paru-paru. Tes ini merupakan salah satu jenis tes yang dilakukan dengan cara menyuntikan tuberkuloprotein ke dalam kulit lengan bagian bawah. Dan biasanya penyuntikkan ini dilakukan dengan sangat berhati-hati karena harus tepat masuk ke dalam kulit dan bukan masuk ke bagian bawah kulit.

Kemudian jika tuberkuloprotein yang disuntikkan, maka langkah selanjutnya adalah ditunggu selama paling tidak 48-72 jam. Jika ada gejala benjol merah dengan adanya suatu garis merah lebih dari 10 mm atau sekitar 1 cm, maka biasanya akan dinyatakan positif mengalami infeksi penyakit flek paru-paru. Dan setelah tes Mantoux, harus juga dilakukan dengan ronteng dan juga melakukan tes pengendapan darah untuk mengetahui apakah penyakit ini menunjukkan suatu kondisi pasif atau kondisi aktif. Hasil dari foto rontent yang biasanya menunjukkan penyakit flek paru-paru dan juga itu alasan penyakti tbc sering disebut sebagai penyakit flek paru-paru.

Penyakit tbc disebut sebagai penyakit flek paru-paru dikarenakan kata-kata flek berasal dari bahasa Belanda yang artinya adalah noda. Awalnya berdasarkan dari hasil foto rontgent yang dilakukan pada pasien tbc, yang memberikan suatu hasil gambaran dengan bercak yang berwarna putih dan juga seperti noda pada paru sehingg disebut dengan istilah flek. Istilah dari penyakit flek paru-paru ini sebenarnya tidak pernah diajarkan dalam dunia kedokteran dan juga tidak pernah disebutkan dalam dunia medis. Istilah seperti ini kemudian menjadi rancu dan bisa membuat pasien menjadi tidak terdidik dengan penyebutan yang salah.

Untuk kasus penyakit flek paru-paru yang terjadi pada orang dewasa mengalami gejala seperti batuk, bersin, atau juga suara mengi. Jika ia sedang bersin atau batuk, kemudian kuman-kuman ini akan terhirup masuk ke orang lain dan orang lain akan mengalami suatu infeksi. Namun harus iingat bahwa jika kita berhubungan dengan mereka yang mengalami penyakit flek paru-paru, maka resiko untuk mengalami serangan penyakit tbc juga akan semakin tinggi.

Penyakit TBC atau penyakit infeksi paru-paru harus segera diatasi dengan benar dan tepat untuk mencegah terjadinya penularan pada orang lain. Penyakit ini merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat menular dan juga sangat fatal jika tidak diatasi dengan segera.

Gejala Penyakit TBC

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit TBC dan Penyebab TBC

Penyakit TBC dan Penyebab TBC atau yang juga dikenal dengan sebutan Tuberkulosis adalah infeksi yang disebabkan oleh basil tahan asam (BTA) mycobacterium tuberculossis. TBC merupakan penyakit menular dan bisa menyerang siapa saja. Organ tubuh yang biasanya menjadi sasaran yang paling banyak ditemui ialah paru-paru sehingga kemudian disebut tuberkulosis paru. Namun demikian, TBC juga bisa menyerang berbagai organ tubuh lainnya .

Penyakit TBC dan Penyebab TBC

Penyakit TBC dan Penyebab TBC

Penyakit TBC

Penyakit TBC yang khusus menyerang paru ini disebut sebagai TBC pulmonal atau TBC paru dan yang menyerang organ-organ lainnya disebut TBC non-pulmonal. Tuberkulosis adalah suatu infeksi menular yang bisa berakibat fatal, disebabkan oleh mycobacterium tuberkulosis, mycobacterium bovis, atau mycrobacterium africanum.

Penyakit TBC dan Penyebab TBC merupakan penyakit menahun atau kronis (berlangsung lama). Penderita yang paling sering ialah orang-orang yang berusa antara 15-35 tahun, terutama mereka yang betubuh lemah, kurang gizi atau yang tinggal satu rumah dan berdesak-desakkan bersama penderita TBC. Pneyakit ini adalah suatu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Jika diterapi dengan benar, TBC dapat dsembuhkan. Tanpa terapi penyakit ini menyebabkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus.

Pemeriksaan TBC

Penyakit TBC dan Penyebab TBC  oleh bakteri mikrobakterium tuberkulosis. Bakteri ini membentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA).  Kuman ini sangat kecil dan untuk melihatnya diperlukan mikroskop. Kuman ini ditemukan dalam dahak atau sputum seseorang yang sedang sakit TBC. Kuman tahan terhadap larutan asam . Untuk pemeriksaan dahak pasien di laboratorium dinamakan Pemeriksaan Soutum BTA.

Saat mikrobakterium tuberkulosisi berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui serangkaian reaksi imunologis, bakteri ini akan berusaha dihambat melalui pembentukan dinding disekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme tersebut membuat jaringan disekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat) Bentuk-bentuk dormant inilah yang sebenarnya terlihat sebaga turbekel pada pemeriksaan foto rontgent.

Pada orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap sama sepanjang hidupnya, sedangkan pada ora ng-orang dengan sistem kekebalan tubuh kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan. Turbekel yang banyak membentuk sebuah ruang didalam paru-paru an nantinya menjadi sumber produksi sputum (dahak). Seseorang yang telag memproduksi sputum dpaat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan turbekel berlebih dan positif terinfeksi penyakit TBC

Komplikasi Penyakit TBC

Komplikasi yang terjadi dari penyakit flek paru-paru adalah :

  1. Kerusakan pada tulang dan mengalami nyeri sendi
    Nyeri tulang atau sakit punggung dan juga masalah yang terjadi pada kerusakan sendi karena terjadinya infeksi penyakit flek paru-paru yang mengalami penyebran sampai ke paru-paru dan juga sampai menuju ke tulang. Dalam beberapa kasus, tulang juga bisa mengalami infeksi dan akan memicu terjadinya nyeri pada bagian tadi.
  2. Kerusakan pada otak
    Kerusakan yang terjadi diotak akibat dari infeksi penyakit flek paru-paru adalah karena kuman penyakit tbc yang menyebar masuk ke dalam otak dan bisa menyebabkan munculnya penyakit radang selaput otak atau meningitis. Radang ini akan memicu terjadinya pembengkakan pada membran yang bisa menyelimuti bagian otak dan biasanya akan berakibat sangat fatal atau bisa menimbulkan kematian.
  3. Kerusakan hati dan ginjal
    Hati dan ginjal akan membantu untuk menyaring pengotor yang masuk ke dalam aliran darah. Kemudian fungsi ini akan mengalami suatu kegagalan jika kedua organ ini mengalami infeksi akibat dari penyakit flek paru-paru.
  4. Kerusakan pada jantung
    Kerusakan yang terjadi di jantung akibat dari penyakit flek paru-paru ini atau penyakit tbc yang bsia menyebabkan terjadinya cardiac tampinade, atau terjadinya suatu peradangan dan terjadinya penumpukkan dari cairan yang bisa membuat jantung menjadi lebih tidak efektif untuk memompa darah dan pada akhirnya akan berakibat sangat fatal.
  5. Gangguan mata
    Untuk penyakit flek paru-paru yang menimbulkan suatu komplikasi pada gangguan mata salah satunya adalah warna kemerahan pada mata, mengalami masalah iritasi dan juga terjadinya suatu pembengkakan pada retina dan bagian lainnya.
  6. Resistensi kuman
    Pengobatan yang dilakukan dalam jangka waktu lama sering membuat pasien tidak disiplin dalam menjalankan pengobatan, bahkan ada yang putus obat karena sudah merasa bosan minum obat. Pengobatan yang dilakukan dengan tidak tuntas dan dilakukan dengan tidak teratur akan membuat kuman menjadi lebih kebal pada obat, sehinga harus diberikan obat yang lainnya yang lebih kuat dan efek samping yang dirasakan juga akan lebih berat juga.

Pencegahan Penyakit Flek Paru-Paru

Tips pencegahan penyakit flek paru-paru yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit tbc adalah

  1. Menjaga kesehatan tubuh untuk senantiasa bersih dan sehat serta melakukan aktivitas olahraga dengan teratur, mendapatkan waktu istirahat yang cukup, serta mengonsumsi jenis makanan yang mengandung nutrisi serta gizi yang sangat baik dan juga sangat seimbang.
  2. Hindari melakukan hal-hal yang bisa membuat sistem daya tahan tubuh menjadi lemah, jangan begadang, jauhi merokok dan minuman yang beralkohol, mengatasi stres.
  3. Lakukanlah pemberian imunisasi BCG pada bayi.
  4. Menjaga jarak aman disaat sedang berhadapan langsung dengan penderita penyakit flek paru-paru atau penyakit tbc.

Penyakit TBC dan Penyebab TBC

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Penyakit TBC

Penanganan Penyakit TBC  – Tuberkulosis atau TB atau TBC/ penyakit flek paru-paru adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri masuk dan terkumpul didalam paru-paru akan berkembang biak terutama pada orang-orang dengan daya tahan tubuh yang rendah dan menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.

Penanganan Penyakit TBC

Penanganan Penyakit TBC

Infeksi Penyakit TBC

Oleh sebab itulah infeksi penyakit TBC atau penyakit flek paru-paru dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti paru-paru , pencernaan , tulang, otak, ginjal, kelenjar getah bening , dan lain-lain, namun organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru. penyakit adalah salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Indonesia berada dalam peringkay ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TBC atau penyakit flek paru-paru.

Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Jumlah penderita TBC atau penyakit flek paru-paru dari tahun ke tahun di Indonesia terus meningkat .Saat ini setiap menit muncul satu penderita terbaru TBC paru. Setiap dua menit muncul satu penderita baru TBC patu yang menular.

Penularan Penyakit TBC

Penularan penyakit ini sangat cepat karena ditukarkan melalui saluran pernapasan seperti udara dari mulut, batuk, air minum, makanan, aau ludah, penderita TBC. Selain manusia, hewan dapat terinfeksi dan menularkan penyakit TBC melalui kotorannya.

Jika kotoran hewan yang terinfeksi itu terhirup oleh manusia maka mebuka peluang manusia akan terinfeksi juga penyakit TBC. Selain itu, merokok dapat menurunkan daya tahan dari paru-paru, sehingga relatif akan mempermudah terkena TBC. Penyakit ini bersifat menahun atau berjalan kronis sehingga gejala klinisnya baru muncul jika sudah parh.

Banyak gejala yang ditimbulkan oleh penyakit TBC. Sebelum kita memastikan penyakit ini ada baiknya jika kita melihat gejala-gejala penyakit TBC.

Gejala Penyakit TBC

Gejala Tubercullosis adalah :

  1. Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama,biasanyadirasakan malam hari disertai keringat malam.
  2. Serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
  3. Penurunan nafsu makan dan berat badan
  4. Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah)
  5. Perasaan tidak enak (malaise) da lemah.

Penanganan Penyakit TBC

Untuk memberikan kepastian maka orang tersebut harus diperiksa lebih lanjut dengan pemeriksaan laboratorium dan foto rontgent.

Penanganan Penyakit TBC dengan memberikan antibiotik kepada penderita. Pengobatan TBC memerlukan waktu antara 6 sampa 9 bulan. Walaupun gejala penyakit TBC sudah hilang, pengobatan tetap harus dilakukan sampai tuntas karena bakteri mycobacterum tuberculosis sebenarnya masih berada dalam keadaan aktif dan siap embentuk resistensi terhadap obat. Kombinasi beberapa obat TBC, diperlukan karena untuk menghadapi bakteri mucobacterium tuberculosis yang berada dalam berbagai staiudm dan fase pertumbuhan yang cepat.

Penanganan Penyakit TBC Penyakit TBC bisa disembuhkan secara tuntas bila penderita mengikuti anjuran tenaga kesehatan untuk minum obat secara teratur dan rutin sesuai dengan dosis yang di anjurkan, serta mengkonsumsi makanan yang bergizi cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Yang harus dilakukan untuk mencegah TBC adalah :

1. Hindari konbtak dengan percikan batuk poenderita
2. Jangan menggunakan alat-alatb makan/ minum mandi bersamaan dengan penderita
3. Sirkulasi udara dan sinar matahari dirumah harus baik
4. Pola hidup sehat maka daya taha tubuh kita diharapkan cukup untuk memberikan perlindungan.

Bila masa dulu penyakit TBC amat menakutkan, karena tidak bisa diobati. namun dewasa ini penyakit ini sudah bisa diobati sampai sembuh. Penderita penyakit TBC biasanya memiliki status gizi yang kurang baik. Serangan kuman TBC amat berbahaya karena penyakit termasuk penyakit yang mudah menular.

Obat TBC dalam Penanganan Penyakit TBC  yang biasa diberikan dokter atau rumah sakit seharusnya diminum oleh penderita TBC. Menurut beberapa penelitian pengobatan dan fase pemeliharaan . Fase terapi intensif dimaksudkan merupakan kombinasi isoniazid dan rifampisin dan piruzinamida selama dua bulan berturut-turut. Sedangkan fase pemeliharaan, dokter menggunakan isoniazid bersama rifampisin selam aempat bulan lagi. Memang jagka waktu pengobatan TBC ini memerlukan waktu yang lama, diharapkan agar penderita tidak pernah bosan untuk mengkonsumsi obat yang diberikan dokter.

Disamping itu dapat pula digunakan obat untuk Penanganan Penyakit TBC alami. Namun semuanya tergantung pada penderita. Bila ia rajin melakukan anjuran pengobatan ini, mungkin penyakit itu akan cepat berakhir. Pola diet dan program pembangunan vitalitas yang menyeluruh secara alami, merupakan salah satu metode untuk mengatasi penyakit ini. Dalam Penanganan Penyakit TBC  alami ini, dianjurkan agar penderita agar dan selalu mengikuti anjuran, agar penyakitnya itu dapat cepat sembuh.

Pencegangan Penyakit TBC

Sebagai langkah pertama, penderita hendaknya diberi diet ekslusif buah segar selama 3-4 hari. Hendaknya ia seharusnya 3kali buah-buahan segar, seperti apel, anggur, pir, jeruk, nanas, dan melon atau buah-buahan segar lainnya.

Setelah diet buah ekslusif, penderita hendaknya mengadopsi pola makan buah dan susu. Untuk diet ini, makanan yang di konsumsi persis sama dengan buah ekslusif, tapi dengan tambahan susu setiap makan buah. Sementara yang diperlukan selain untuk pemusnahan seluruh sarang infeksi dan kuman yang sedang tidur untuk menghindari kambuhnya penyakit.

Namun faktor terpenting untuk berhasilnya pengobatan penyakit flek paru-paru searah dengan kesediaan terapi dari penderita untuk secara teratur dan terus menerus minum obat yang diberikan. Dengan demikian, bila penderita rajin mematuhi semua peraturan dan ketentuan, diharapkan waktu kesembuhan tidak akan terlalu lama.

Penanganan Penyakit TBC

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Tubercullosis

Penyakit Tubercullosis yang biasa disingkat dan populer dengan sebutan TBC. Ia merupakan suatu penyakit menular yang biasanya muncul sebagai paru-paru, karena paru-paru merupakan lahan yang paling empuk bagi penyakit TBC.

Penyakit TBC

Namun demikian kini sebagai lahan subur bagi tumbuh dan berkembangnya penyakit TBC bukan lagi hanya paru-paru saja tapi bisa juga kulit, tulang dan organ-organ penting didalam pencernaan.

Penyakit Tubercullosis

Penyakit Tubercullosis

Pada mereka yang terbilang kekebalan tubuhnya melemah seperti anak-anak, orang tua lanjut usia (lansia) atau penderita penyakit HIV AIDS dapat pula dijadikan tempat berkembangnya TBC ini , sehingga pada mereka itu terjadi radang paru-paru yang paling hebat. Sekali penyakit ini menghinggapi seseorang sukar sekai untuk melepaskan diri dari penyakit itu, sehingga disebutkan pada masa lalu, orang yang basil TBC dan menderita penyakit itu disebut sebagai “orang yang sayang dibandul”

Menurut penelitian ahli medis, sebab-sebab Penyakit Tubercullosis ini, terutama karena penderita diserang atau dihinggapi oleh basil-basil atau kuman-kuman Penyakit Tubercullosis. Ia merupakan suatu basil gram positif yang tahan asam dengan pertumbuhan sangat lamban.

Setelah terjadi infeksi melalui saluran napas didalam gelembung paru-paru, berlangsung reaksi setempat dengan timbulnya benjolan-benjolan kecil (yang disebut dengan tuberkel). Dalam jaringan tubuh, sering sekali sistem tangkal tubuh yang sehat dapat memberantas basil TBC itu dengan cara menyelubunginya dengan jaringan pengikat.
Pada orang-orang yang daya tahan tubuhnya lemah, basil TBC dengan bebas memperbanyak diri didalam mikrofak dan benjolan-benjolan tadi tergabung menjadi lahan subur yang akhirnya menimbulkan rongga diparu-paru penderita.

Penyakit Tubercullosis berbeda sama sekali dengan penyakit pneumonia (radang paru-paru). Kuman yang menyebabkan TBC khusus, sedangkan kuman yang menyebabkan (peneumonia) dapat berbagai macam. Organ yang diserang pada TBC dapat bervariasi, namun 90 persen memang menyerang paru-paru. Sedangkan pada pneumonia yang diserang selalu organ paru-paru. Tetapi TBC dan penumonia prosesnya memang sama yaitu berupa infeksi paru-paru.

Bila kemudian terjalin hubungan antara paru-paru dan cabang bronchi , maka terjadilah TBC yang sifatnya terbuka, maksudnya dengan adanya basil didahak penderita. Penyakit Tubercullosis terbuka ini amat berbahaya sekali. Disamping itu orga lain bisa juga terkena oleh basil TBC itu, seperti kulit, jantungatau simpul limfe.

Cara Penularan Penyakit TBC

Cara penularannya bisa terjadi disaat penderita TBC bersin atau batuk, saat itu penderita menyebarkan kuman-kuman Penyakit Tubercullosis  ke udara dan membentuk percikan-percikan basil. Percikan yang mengandung basil tersebut dapat bertahan di udara sampai suhu kamar selama beberaa jam.

Kemudian penularannya dapat pula terjadi bila percikan tadi terhirup oleh saluran pernapasan orang lain. Selama ia masuk kedalam tubu melalui organ pernapasan. Kuman TBC tadi menyebar dari paru ke organ tubuh lainnya, melalui sistem peredaran darah, sistem saluran limfe, saluran nafas, dan lain-lain. Daya penularan dari seorang penderita ditenukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari paru.
Makin tinggi derajat positif hasil pemeriksaan dahak makin besar pula jumlah jumlah basil tersebut. Bila hasil pemeriksaan dahak negatif (tidak terlihat kuman), maka penderita di anggao tidak menularkan basilnya.

Bila kemungkinan seseorang terinfeksi penyakit flek paru-paru ditentukan oleh konsentrasi percikan dalam udara dan lama ia menghirup udara tadi. Dengan demikian yang menjadi media penularan penyakit flek paru-paru selalu percikan dahak penderita saat ia bersin atau batuk dan meludah. Bisa juga melalui debu, alat makan, minum yang mengandung kuman TBC.

Gejala Penyakit TBC

Gejala penyakit flek paru-paru atau penyakit tbc orang yang terkena serangan kuman TBC umumnya batuk kronis, demam dan keringat di waktu malam. Disamping itu juga terjadi keluhan dalam pernapasan, badan selalu terasa letih, lesu serta rasa nyeri dibagian dada. Dahak penderita berupa lendir yang kadang-kadng bercampur dengan darah. Batuk penderita bisa sampai 3 minggu atau lebih. Pada tahap lanjut, dapat juga dijumpai dahak bercampur darah, batuk darah, sesak napas. Berat badan menurun, rasa demam meriang.

Meskipun demikian belum tentu setiap orang yang batuknya berdarah menderita TBC. Bisa saja batuk berdarah itu disebabkan oleh berbagai macam hal seperti karena penyakit paru-paru, adanya pendarahan di daerah hdung bagian belakang yang tertekan pada saat batuk keluar dari mulut. Bisa pula karena batuk tadi terlalu keras sehingga menyebabkan lukanya saluran napas dan mengeluarkan darah . Kuman TBC yang masuk kedalam tubuh akan berkembang biak, lama terkumpulnya kuman sampai menimbnulkan penyakit dapat berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun.

Dengan demikian penyakit TBC atau penyakit flek paru-paru bukanlah diwariskan dan bukanlah penyakit turunan (genetik). Namun karena penularannya melalui percikan dahak diudara, yang mengandung kuman TBC, maka orang yang hidup dekat penderita disinyalir terjangkit juga jenis penyakit TBC ini. Penderita TBC biasanya memiliki status gizi yang kurang baik, sehingga hal ini dapat mempengaruhi perkembangan janin dalam kandungan bagi wanita hamil. Oleh karena itu ibu hmil perlu diberi terapi TBC yang diminum dengan dosis efektif paling rendah.

Bila kita mau lebih menelitinya, sebenarnya terkena kuman penyakit flek paru-paru bisa dihindari oleh seseorang. Awalnya tentu saja dengan pola hidup yang teratur dan sehat. Karena seseorang tidak tahu kapan kena serangan kuman TBC, dan kapan tidak. Dengan sistem dan pola hidup sehat dan teratur diharapkan daya tahan tubuh cukup kuat untuk membrikan perlindungan terhadap berbagai macam penyakit. Orang yang sehat meskipun ia diserang oleh kuman TBC, diperkirakan tidak akan mempan dan tidak akan menimbulkan gejala TBC.

Cara Mencegah Penyakit TBC

Pola hidup sehat dan teratur tentu saja disiapkan sejak dini, biasanya selalu mengkonsumsi makanan bergizi daberserat serta selalu memelihara kebersihan badan dan makanan serta lingkungan . Tempat tinggalnya selalu terkena sinar matahari . Selain itu ia pun dapat terhindar dari kuman TBC, bila ia selalu berhati-hati tidak mendekati orang yang menderita penyakit itu.

Penyakit Tubercullosis

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Flek Paru-Paru

Pengobatan Flek Paru-Paru – Bila usaha pencegahan, pada hal gejala dan penyebabnya sudah diketahui, maka tidak ada jalan lain harus ke dokter untuk minta jasa-jasa pengobatan agar cepat sembuh dari penderitaan flek paru-paru ini.

Penyakit Flek Paru-Paru

Seseorang yang hidup dengan mengidap suatu penyakit apalagi penyakit berat dan berbahaya seperti flek paru-paru ini, maka sedikit banyak akan memperngaruhi keceriaan fisik penderita. Tiada jalan lain selain memahami segala proses penyembuhan yang sudah direncanakan dokter. Keadaan penderita flek paru-paru seperti ini dianjurkan untuk mematuhi nasihat dokter terutama dalam melakukan proses pengobatan dengan penuh kesabaran dan keuletan, keinginan untuk sembuh, haruslah tidak mengurangi arti segala usaha yang disarankan oleh tenaga medis.

Pengobatan Flek Paru-Paru

Pengobatan Flek Paru-Paru

Karena itu perlu ada pemeriksaan intensif oleh dokter untuk memastikan apa sebenarnya penyakit yang tengah diidapi oleh penderita. Salah satu yang mungkin amat penting adalah foto rontgent. Bila sudah diketahui penyebabnya, tentulah seorang dokter melakukan dan menentukan obat yang kira-kira tepat dan ampuh untuk mengatasi penyakit ini.

Satu hal yang menyebabakan sembuhnya suatu penyakit, adalah usaha sungguh-sungguh dari dokter dan penderita adalah adanya keinginan untuk sembuh dikedua belah pihak. Si penderita haruslah bekerja sama dengan dokter, sehingga penyakit yang tengah dideritanya itu cepat sembuh dsengan bantuan dan petolongan dokter itu. sebaliknya bila si penderita tidak berbuat seperti itutentu penyakitnya akan tidak mungkin dapat disembuhkan sesuai dengan rencana.

Gejala Penyakit Flek Paru-Paru

Gejala utama yang ditunjukkan dari penyakit tbc adalah :

  1. Dahak yang bercampur dengan adanya darah atau batuk berdarah
  2. Mengalami sesak nafas dan juga terasa nyeri dibagian dada
  3. Mengalami demam atau meriang yang terasa lebih dari sebulan
  4. Berkeringat yang dirasakan di malam hari tanpa adanya suatu penyebab yang jelas
  5. Mengalami kelemahan dan lelah
  6. Menurunnya nafsu makan dan juga penurunan berat badan

Untuk mengetahui seseorang mengalami penyakit tbc atau tidak, biasanya penderita akan menunjukkan suatu gejala seperti berkeringat di malam hari namun tanpa adanya suatu alasan yang jelas. Walaupun memang tidak bisa langsung dikatakan sebagai penyakit flek paru-paru, namun harus dilakukan diagnosis bahwa gejala tersebut merupakan salah satu gejala dari penyakit flek paru-pari. Jika Anda mengalami lemas, batuk yang tidak berhenti, nyeri yang terasa dibagian dada dan berkeringat di waktu malam hari, maka sebaiknya melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan pengobatan flek paru-paru yang tepat. Untuk menegakkan bahwa seseorang mengalami penyakit tbc atau penyakit flek paru-paru, maka tim medis biasanya akan melakukan suatu diagnosis yang dilakukan dengan mengadakan suatu pemeriksaan pada kondisi dahak dengan menggunakan mikroskopis langsung atau BTA dan juga menggunakan gambaran pada radiologis atau foto rontgent.

Penyebab TBC

Penyakit flek paru-paru atau penyakit tbc disebabkan karena adanya suatu infeksi dari kuman mikobakterium tuberkulosis yang biasanya menyerang paru dan juga menyerang organ tubuh yang lain misalnya adalah seperti kelenjar getah bening, usus, kandungan, ginjal, tulang dan juga tulang. Selain itu juga penyakit tbc bisa menyebabkan kematian dan merupakan salah satu penyebab kematian yang paling tinggi di negara kita.

Pengobatan Flek paru-paru dilakukan dengan penegakkan diagnosis penyakt tbc, dokter biasanya akan melakukan suatu pemeriksaan fisik yang paling utama dibagian dada atau dibagian paru, dan kemudian bisa melakukan pemeriksaan lainnya seperti foto rontgen dada, tes lab untuk dahak dan juga tes untuk darah serta tes tuberkulin atau mantoux. Pengobatan flek paru-paru adalah salah satu bentuk pengobatan dalam jajngka panjang dan biasanya akan terjadi paling tidak selama 6-9 bilan dengan paling sedikit pemberian 3 jenis obat.

Pengobatan Penyakit Flek Paru-Paru

Keadaan seperti ini harus membutuhkan pengobatan flek paru-paru yang disiplin dan rutin dari pasien dalam minum obat serta mengontrol pemeriksaan ke dokter agar keadaan si penderita bisa sembuh dengan total. Apalagi biasanya setelah 2-3 minggu minum obat tbc, gejala dari penyakit tbc sudah hilang sehingga membuat pasien menjadi malas untuk minum obat dan malas melakukan pemeriksaan ke dokter.

Jika pengobatan flek paru-paru tidak selesai, maka hal ini bisa menjadi suatu hal yang berbahaya karena seringkali obat-obatan yang banyak digunakan untuk TB tidak akan mempan untuk kuman tbc yang resisten. Akibatnya adalah pengobatan dengan menggunakan jenis obat lain yang lebih mahal lagi dan lebih keras. Hal ini sebaiknya dihindari dengan melakukan pengobatan TBC sampai tuntas.

Itulah mengapa sangat penting sekali untuk menyampaikan mengenai efek samping yang muncul dalam setiap kali kontrol, sehingga dokter akan menyesuaikan kadar dosis minum obat tbc, menggantinya dengan obat yang lain dan juga melakukan pemeriksaan lab jika memang diperlukan.

Pengobatan yang dilakukan pada pengobatan flek paru-paru launnya adalah dengan mencegah terjadinya penularan, beberapa langkah pencegahan tersebut adalah :

  1. Mengurangi kontak langsung dengan si penderita penyakit tbc aktif.
  2. Menjaga standari hidup baik dalam hal mengonsumsi jenis makanan yang bergizi, lingkungan yang sehat dan juga melakukan olahraga secara teratur dan rutin.
  3. Pemberian jenis vaksin jenis BCG untuk bisa mencegah terjadinya kasus penyakit tbc yang lebih parah lagi. Vaksin ini biasanya diberikan secara rutin untuk semua balita.

Pengobatan Flek Paru-Paru

Posted in Flek Paru Paru | Tagged , , , , , | Leave a comment